TARAKAN - Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan menghadapi tantangan signifikan terkait kekurangan sumber daya manusia (SDM) yang dapat mempengaruhi efektivitas penanganan kebakaran dan tugas lainnya.
Kabid PMK Tarakan, Marthen Rombe mengatakan, tantangan saat ini bukan hanya sarana saja tetapi juga SDMnya cukup atau tidak kemudian apakah sudah dibekali dengan keterampilan dan skill yang memadai "Misalnya minimal setiap anggota PMK memiliki sertifikasi damkar I (satu), sertifikasi inspektur, PPL dan diklat untuk rescue," ujarnya, Jumat (12/9).
Dirinya menjelaskan, kebutuhan SDM PMK Tarakan cukup tinggi dan saat ini pihaknya banyak kekurangan SDM, terakhir itu dari Kemendagri untuk jabatan fungsional PMK Tarakan itu dibutuhkan 114 orang dan jabatan fungsional analis 7 orang. "Sedangkan total anggota kami hanya 73 orang itupun merangkap jabatan," lanjutnya.
Tugas pokok utama PMK meliputi pencegahan terkait pemeriksaan alat proteksi kebakaran baik aktif maupun pasif di gedung maupun objek vital dan lainnya, yang memerlukan keterampilan khusus dan sertifikasi.
"Lalu terkait pemadaman, skil dan keterampilan itu minimal punya sertifikasi damkar satu, sedangkan anggota kami yang belum mengikuti sertifikasi damkar satu berjumlah 38 orang," katanya.
Di bidang rescue, PMK juga membutuhkan anggota dengan keterampilan khusus, namun saat ini mereka merangkap tugas. Ia juga menyebutkan kebutuhan pembentukan relawan kebakaran yang memerlukan anggaran.
"Ini juga dibentuk organisasinya dan haknya juga perlu diperhatikan tetapi memang saat ini terkendala di anggaran," sambungnya.
Penanganan bahan berbahaya dan beracun juga memerlukan keterampilan khusus, dan bagaimana standar pelayanan minimal bisa terpengaruh jika SDM tidak memiliki keterampilan yang memadai.
"Kalau SDM-nya tidak punya keterampilan khusus bagaimana standar pelayanan minimal ke masyarakat bisa terpenuhi," ungkapnya.
Meski demikian, dirinya berharap anggota PMK tetap bersemangat dalam melaksanakan tugas meskipun banyak merangkap jabatan. "Tetap berbesar hati untuk melaksanakan tugas walaupun banyak merangkapnya dan selalu belajar otodidak walaupun dalam sertifikasi belum punya tetapi secara prakteknya sudah bisa," pungkasnya. (*nkh/).
Editor : Azwar Halim