Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

PMK Tarakan Berjuang dengan Sarpas yang Terbatas, Masih Gunakan unit tua dari Hibah Jepang

Wien Ratar • Jumat, 12 September 2025 | 19:31 WIB
SARPAS: Maksimalkan unit tua untuk hadapi kebakaran di Tarakan, FOTO:NATANAEL/RADAR TARAKAN
SARPAS: Maksimalkan unit tua untuk hadapi kebakaran di Tarakan, FOTO:NATANAEL/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Peran Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMK) Tarakan sangat krusial dalam mencegah dan mengatasi musibah kebakaran di Kota Tarakan.

PMK Tarakan telah bekerja maksimal, namun upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran masih menghadapi tantangan. Keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) menjadi faktor yang menghambat efektivitas kerja.

Kabid PMK Tarakan, Marthen Rombe mengatakan, terkait sarpas PMK saat ini memang sangat minim kemudian di setiap sektor itu semua belum terpenuhi sarpasnya dan hingga saat ini pengadaan unit baru itu hanya di sektor barat dan Mako berjumlah tiga unit.

"Yaitu mobil rescue berjumlah satu dan mobil fire dua sedangkan di sektor utara belum ada pengantian unit baru," ujarnya, Jumat (12/9).

Dirinya mengakui, setiap unit mobil saat ini memiliki usia yang sudah cukup tua itupun semua hibah dari Jepang di sekitar tahun 90-an sedangkan pengadaan itu ada baru di tahun 2024.

"Itupun karena ada kejadian di Beringin, lalu di evaluasi dan dilakukan dana dari pemerintah untuk pengadaan," jelasnya.

Kemudian kedepannya memang seharusnya unit lama diganti, tetapi karena keterbatasan anggaran sehingga pihaknya hanya melakukan perawatan saja, walupun terkadang sering mogok tetapi mau tidak mau karena tidak ada alat lain sehingga ini di maksimalkan.

"Bahkan untuk mobil suplay itu belum ada pergantian sama sekali dan sudah kami ajukan ke pemerintah untuk pengadaan setiap tahun satu unit mobil suplay itupun kalau disetujui," katanya.

Sambungnya, pihaknya bukan mengeluh dengan sarana yang sudah ada namun perlu di tinjau lagi baik itu unit maupun Alat Pelindung Diri (APD) kemudian memang pernah mendapatkan kunjungan dari anggota DPRD Komisi I untuk mendengarkan apa saja yang perlu mereka bantu.

"Cuma memang sampai sekarang belum terealisasikan, ya kami berharap minimal yang kecil-kecil aja dulu seperti selang," ungkapnya.

Namun pada intinya para anggota pemadam ini diminta agar tidak mengeluh dengan keadaan tetapi tetap menjalankan setiap tugas dengan sebaik mungkin.

"Karena kalau kita mengeluh dengan apa yang kita punya, maka tidak akan kerja dan lakukan setiap pekerjaan sesuai kemampuan kita," tutupnya. (*nkh)

Editor : Azwar Halim
#sarpas #Hibah Jepang #kaltara #PMK Tarakan