TARAKAN - Pemerintah Kota Tarakan terus berupaya menstabilkan pasokan dan harga pangan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tarakan.
Adapun kegiatan GPM bertujuan untuk membendung inflasi, terutama pada komoditas beras, dan membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga relatif lebih murah daripada harga pasar.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada DKPP Tarakan, Wiwiek Aisyiyah mengatakan, kegiatan GPM sudah dilakukan dari Februari hingga September mendatang dan menyisahkan sekitar dua tempat lagi.
"Dua tempat lagi yaitu di Kecamatan Tarakan Barat tepatnya di kelurahan karang harapan, dan di Islamic Center selama dua hari pada tanggal 28 September mendatang," ujarnya, Rabu (10/9).
Lanjutnya, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan dari masyarakat terkait kualitas beras SPHP yang berbau tidak sedap karena merupakan beras jenis medium.
"Belum ada sih, karena ini kan beras medium jadi sudah standar dan tergantung selera masyarakat lagi, maunya seperti apa," Jelasnya.
Wiwiek menambahkan, Adapun untuk pelaksanaan GPM menjelang Natal dan Tahun Baru pihaknya masih berupaya untuk meminta bantuan dari provinsi karena kemungkinan dana dari APBD sudah tidak ada lagi. "Tetapi tetap kami upayakan untuk mengajukan permintaan dana ke provinsi lagi," ungkapnya.
DKPP selalu berupaya mendekatkan akses masyarakat dengan harga di bawah pasar sehingga diharapkan kegiatan ini dapat meringankan masyarakat terhadap beberapa komoditas yang naik.
"Kemudian antusias masyarakat juga sangat besar terhadap GPM ini, karena mereka sangat terbantu," pungkasnya. (*nkh/).
Editor : Azwar Halim