Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Penyebab Angkutan Umum di Tarakan Sepi Pengguna, Dishub: Tarakan Terlalu Kecil

Wildan Ratar • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 11:48 WIB
SEPI PENGGUNA: Angkutan umum yang sepi pengguna di Tarakan FOTO:DOK/RADAR TARAKAN
SEPI PENGGUNA: Angkutan umum yang sepi pengguna di Tarakan FOTO:DOK/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Pengguna angkutan umum di Kota Tarakan bisa dibilang sangat rendah, masyarakat lebih mengutamakan penggunaan kendaraan pribadi saat bepergian.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan menilai, Salah faktor besarnya adalah luas Kota Tarakan yang relatif kecil, sehingga tidak cukup memaksa masyarakat menggunakan angkutan umum.

“Tarakan ini tidak luas, apalagi jalan kota muter-muter di situ doang, jadi orang merasa lebih efisien dan fleksibel menggunakan kendaraan pribadi terutama motor untuk bepergian ke mana saja,” ujar Mohdi, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Tarakan, Selasa (26/8).

Selain itu, jumlah armada angkutan umum yang tersedia juga dianggap belum memadai dan pola operasional angkot yang tidak memiliki rute jelas.

“Armada angkot kita terbatas, dan jalurnya pun sering tidak pasti. Akhirnya, masyarakat lebih memilih alternatif lain yang lebih terjamin,” terangnya.

Mohdi mengatakan, regulasi rute, tarif dan kondisi angkot itu sebenarnya ada, namun semakin tahun semakin tak terkndali. Rencana pembinaan regulasi kembali sedikit terhambat karena kurang aktifnya asosiasi angkot di Tarakan.

Di sisi lain, keterbatasan fasilitas terminal bus kota pun disebut berkontribusi terhadap sepinya pengguna angkutan umum. Kota Tarakan yang kecil membuat keberadaan terminal tidak maksimal.

“Terminal bus di Tarakan juga kurang maksimal, karena jalurnya memang hanya berputar-putar di dalam kota. Ini membuat fungsi terminal tidak berjalan sebagaimana mestinya,” sambungnya.

Lebih jauh, persaingan dengan transportasi online juga menjadi faktor penting. Kehadiran ojek online (ojol) dianggap lebih praktis, cepat, dan bisa menjangkau langsung titik tujuan masyarakat.

“Angkutan umum kita kalah saing dengan ojol, karena masyarakat merasa lebih mudah memesan lewat aplikasi dan bisa diantar sampai depan rumah,” jelasnya.

Dishub Tarakan menegaskan kondisi ini menjadi perhatian serius untuk memikirkan pola transportasi ke depan. Tanpa pembenahan, angkutan umum dikhawatirkan akan semakin ditinggalkan masyarakat dan menjadi biang kemacetan. (*wld)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #angkutan umum #dishub