TARAKAN - Kota Tarakan telah menerima predikat sebagai Kota Layak Anak (KLA), namun ironisnya iklan rokok masih banyak terpampang di sekitar kota.
Hal ini memicu kekhawatiran akan pengaruh negatif iklan rokok terhadap anak-anak.
Menyikapi hal ini, Ketua Forum Anak Kota Tarakan, Alsa Salsabila mengatakan, pihaknya sangat prihatin terhadap masih adanya iklan atau reklame rokok di kota ini kemudian hal ini akan mempengaruhi dan menggoda pola pikir anak-anak untuk berkeinginan mmencoba merokok.
"Sebagai kota yang peduli terhadap anak seharusnya pemerintah dan masyarakat dapat lebih serius dalam mengatur dan mengawasi iklan rokok," ujarnya, Rabu (27/8).
Lanjutnya, Forum Anak Kota Tarakan sudah selalu berupaya untuk menyuarakan terkait hal ini dan merasa sangat tidak nyaman ketika melihat iklan rokok di sekitar sekolah dan taman bermain anak apalagi anak anak ini masih dalam usia yang muda sehingga belum mengetahui efek dari bahaya merokok.
"Kami merasa iklan rokok di sekitar area anak sangat tidak pantas dan berdampak negatif pada kesejahteraan mereka," katanya.
Sambungnya, Forum Anak Tarakan sangat berharap pemerintah dapat melakukan beberapa hal untuk mengurangi pengaruh negatif iklan rokok terhadap anak seperti mengatur dan mengawasi ikan rokok di sekitar wilayah Tarakan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya merokok.
"Pemerintah dapat menggencarkan program edukasi dan promosi kesehatan untuk anak dan remaja dan menguatkan peraturan hukum iklan rokok," ungkapnya.
Forum Anak Kota Tarakan akan selalu melakukan beberapa hal terkait kesadaran dari pengaruh negatif rokok seperti mengembangkan program inovatif dan dan menyuarakan peraturan yang lebih ketat terhadap iklan rokok di Tarakan.
"Dengan kerjasama yang baik diharapkan Tarakan dapat menjadi kota yang aman dan sehat untuk anak-anak, " pungkasnya. (*nkh/).
Editor : Azwar Halim