TARAKAN - Kenaikan harga beras di beberapa daerah lain di Indonesia telah berdampak pada harga beras di Kota Tarakan.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tarakan, Wiwiek Aisyiyah mengatakan, kenaikan harga beras sudah terjadi beberapa bulan sehingga dampaknya sampai Tarakan meskipun tidak signifikan.
"Ini dikarenakan harga beras di Sulawesi dan Jawa naik sehingga kita terkena dampaknya," ujarnya, Selasa (19/8).
Selain itu, cuaca ekstrem di beberapa daerah juga menyebabkan hasil panen menurun, sehingga harga beras naik karena selama ini Tarakan bergantung pada daerah luar.
"Untuk Tarakan stok sekarang masih aman karena di bantu dengan beras SPHP dari Bulog," tambahnya.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tarakan berupaya menstabilkan harga dengan menggandeng Bulog melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan digulirkan hingga akhir Desember.
"Kami juga terkendala di aturan tentang penyaluran SPHP karena kemarin dalam satu bulan ada dua kali perubahan," katanya.
Kemudian upaya lainnya juga penyaluran yang dilakukan melalui outlet Bulog Rumah Pangan Kita (RPK) dengan aturan yang ketat sehingga tidak semua RPK bisa menyalurkan SPHP.
“Di Tarakan terakhir itu data RPK ada sekitar 30-an yang mendapatkan penyaluran SPHP," tambahnya.
Dinas berharap bahwa panen besar di September dapat menormalkan harga beras kembali dan tidak ada kenaikan harga lagi di masa depan tanpa harus menunggu musim lagi. (*nkh/).
Editor : Azwar Halim