TARAKAN - Selama ini Kota Tarakan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil ikan bandeng yang cukup melimpah. Namun, bukan hanya bandeng yang menjadi komoditas unggulan, ikan kurau ternyata juga memiliki nilai ekspor tinggi.
Plt Kepala Bidang Pengembangan Ekspor, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Tarakan, Hairulliansyah menjelaskan, ikan kurau merupakan salah satu jenis ikan laut yang memiliki kualitas daging premium dengan tekstur lembut dan cita rasa khas.
Keunggulan itu membuat ikan kurau kerap menjadi incaran pasar luar negeri, terutama negara-negara Asia dan Timur Tengah.
“Ikan kurau itu diekspor ke beberapa negara terutama Jepang dan Malaysia, dari Timur Tengah juga ada beberapa permintaan, untuk di domestik sendiri paling sering ke Surabaya dan Makassar,” ujarnya, Selasa (19/8).
Hairul menjelaskan, peluang ekspor ikan kurau semakin terbuka lebar seiring meningkatnya kebutuhan pasar internasional terhadap komoditas laut.
“Ikan kurau Tarakan punya daya saing yang tinggi di pasar internasional, harganya bisa berkali lipat dibandingkan harga di dalam negeri, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor,” tukasnya.
Selain faktor kualitas, ketersediaan ikan kurau di perairan sekitar Tarakan juga cukup menjanjikan.
Beberapa nelayan lokal mengaku, meski tidak sebanyak bandeng, hasil tangkapan kurau memiliki nilai ekonomi yang lebih besar karena langsung dibeli oleh pengepul dengan harga premium.
Karenanya, DKUKMP Tarakan mendorong nelayan dan pelaku usaha perikanan untuk meningkatkan kualitas pascapanen, mulai dari cara penyimpanan, pengemasan, hingga legalitas produk, agar ikan kurau lebih mudah menembus pasar ekspor.
Secara umum, hanya sekitar 30 persen hasil tangkap nelayan lokal yang dijual ke pasar, sebagian besar tangkapan diekspor dan memberi kontribusi besar terhadap kemajuan ekspor di Tarakan.
“Selama ini ikan bandeng yang lebih dikenal sebagai produk unggulan Tarakan, tetapi kini kita ingin menunjukkan bahwa ikan kurau juga bisa menjadi ikon baru ekspor daerah,” pungkasnya. (*wld)
Editor : Azwar Halim