TARAKAN - Setelah sempat mengalami lonjakan harga, cabai rawit merah di Kota Tarakan kini menunjukkan tren stabil.
Harganya menyentuh titik terendah sejak sebulan terakhir, yakni Rp 50 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga cabai fluktuatif di kisaran Rp 60 hingga Rp 70 ribu, memasuki awal minggu kedua Agustus barulah terjadi penurunan mencolok.
Kontributor Pasar Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP), Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (DKUKMP) Tarakan, Muhammad Firmansyah mengatakan, saat ini pasokan cabai kapal sedang mengalami musim panen.
"Terjadi peningkatan pasokan dari daerah pemasok cabai ke Tarakan, yaitu Sulawesi, dan dapat mengimbangi permintaan pasar sehingga harganya mulai menurun," ujarnya, Jumat (8/8).
Kondisi ini disambut positif oleh para ibu rumah tangga dan pedagang pasar yang selama ini terbebani mahalnya harga bumbu dapur tersebut.
"Alhamdulillah turun lagi harganya, cuma kan bisa aja naik lagi, tapi semoga konsisten lama," ujar Lena, pembeli cabai di Pasar Gusher.
Sedangkan untuk cabai rawit merah lokal, harga terpantau masih stabil di kisaran Rp 65 hingga Rp 70 ribu, tidak terjadi perubahan signifikan dalam sepekan terakhir.
Untuk cabai rawit hijau justru mengalami kenaikan harga, dari Rp 80 ribu menjadi Rp 100 ribu per kilogram. Namun, diprediksi harga tersebut akan kembali turun karena kerap terjadi fluktuasi harga pada komoditas cabai rawit hijau. (*wld)
Editor : Azwar Halim