Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Rencanakan Pengerukan di Area Dermaga Pelabuhan Malundung, Pelindo Tarakan Lakukan Verifikasi Lapangan

Eliazar Simon • Rabu, 6 Agustus 2025 | 20:30 WIB
PENGERUKAN : Manager Teknik PT Pelindo Peti Kemas Tarakan menunjukkan area dermaga yang akan dilakukan pengerukan.FOTO: ELIAZAR/RADAR TARAKAN
PENGERUKAN : Manager Teknik PT Pelindo Peti Kemas Tarakan menunjukkan area dermaga yang akan dilakukan pengerukan.FOTO: ELIAZAR/RADAR TARAKAN

TARAKAN – PT Pelindo Peti Kemas Tarakan melakukan verifikasi lapangan untuk rencana pekerjaan pengerukan (dredging) di area Dermaga Pelabuhan Malundung, Kota Tarakan.

Kegiatan ini dilaksanakan di ruang rapat Terminal Head Pelindo dan melibatkan Tim dari KSOP Tarakan serta Navigasi Tarakan.

Verifikasi tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan lapangan yang dilakukan pada Rabu, 30 Juli 2025.

Tim KSOP dan Navigasi Tarakan sebelumnya telah meninjau lokasi yang akan menjadi area dumping atau pembuangan material hasil pengerukan, yang juga difungsikan sebagai area reklamasi.

“Verifikasi ini dilakukan karena adanya perubahan pada lokasi dumping. Sebelumnya, rekomendasi pengerukan sudah keluar sejak 6 Desember 2024, tetapi karena ada tambahan area untuk reklamasi, maka kami mengajukan ulang rekomendasinya,” jelas Julhaidir, Manager Teknik PT Pelindo Peti Kemas Tarakan.

Julhaidir menjelaskan, titik koordinat area dumping telah disetujui melalui surat dari Executive Director Pelindo. Area tersebut berada di kolam dalam, tepat di belakang dermaga. Rencana ini sudah sesuai dengan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang berlaku.

“Dumping area ini nantinya menjadi lokasi reklamasi. Verifikasi dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan pelayaran, navigasi, dan kesesuaian dengan RIP. Tim KSOP dan Navigasi sudah turun lapangan untuk memverifikasi koordinatnya,” ujarnya.

Salah satu alasan utama dilakukannya pengerukan adalah kondisi kedalaman air di area dermaga 1 hingga 3 yang saat ini hanya berkisar 1 sampai 3 meter saat pasang besar.

Kondisi ini membuat kapal-kapal besar, terutama kapal penumpang dan kapal peti kemas, tidak bisa sandar bersamaan. Akibatnya, bongkar muat harus menunggu kapal lain keluar terlebih dahulu.

“Kapal Pelni itu draft-nya sekitar 5 sampai 6 meter. Kalau dermaga masih dangkal, saat kapal masuk, lumpur sudah naik. Pengerukan ini akan membuat kedalaman dermaga jadi 7 meter, sehingga kapal bisa langsung sandar tanpa menunggu,” terang Julhaidir.

Berbeda dengan dermaga 4 yang sudah memiliki kedalaman maksimal hingga 13 meter, pengerukan hanya difokuskan di dermaga 1 hingga 3.

Di dermaga 3 saat ini, kedalaman masih sekitar 5 meter, dan akan dikeruk hingga 7 meter. Proyek ini sudah memiliki kontrak resmi dan akan dikerjakan selama kurang lebih 3 bulan.

“Kalau terlalu dalam dikeruk, bisa bahaya untuk dermaganya sendiri. Kita sesuaikan dengan draft aman, yaitu 7 meter. Cukup untuk kapal penumpang maupun kapal kargo,” jelasnya.

Terkait potensi terganggunya aktivitas pelabuhan selama pengerjaan, Julhaidir memastikan bahwa Pelindo telah menyiapkan skema pengaturan tambatan kapal berbasis sistem perencanaan (planning and control).

Pihaknya akan mengatur jadwal dan lokasi tambatan kapal agar proses pengerukan tidak mengganggu lalu lintas pelabuhan.

“Kami sudah menerapkan sistem berth allocation. Setiap kapal yang masuk sudah dijadwalkan dan ditempatkan sesuai rencana. Aktivitas akan tetap berlangsung seperti biasa,” ujarnya.

Setelah pengerjaan selesai, dermaga 2 dan 3 direncanakan menjadi tempat sandar kapal penumpang. Sedangkan dermaga 4 akan difokuskan untuk kapal peti kemas agar aktivitas bongkar muat tetap berlangsung tanpa hambatan.

“Kapal Pelni seperti Lambelu atau Bukit Siguntang datang empat kali sebulan. Jadi dengan perencanaan ini, semua bisa diatur tanpa menimbulkan antrean panjang,” jelasnya.

Pengerjaan juga akan melibatkan instalasi pipa untuk membuang material ke area reklamasi, serta pemasangan geotube sebagai dinding penahan. Julhaidir menyebutkan, bahwa pengerjaan teknis termasuk mobilisasi alat akan memakan waktu sekitar tiga bulan.

“Secara teknis, pengerjaan sudah siap. Tinggal menunggu surat hasil verifikasi dari KSOP. Kami optimistis ini akan sangat membantu kelancaran pelabuhan,” pungkasnya. (zar)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #Area Dermaga Pelabuhan Malundung #Pelindo Tarakan #verifikasi lapangan