Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Isu Bahaya Galon Air Isi Ulang, Ini Tanggapan BPOM Tarakan

Wildan Ratar • Selasa, 5 Agustus 2025 | 21:14 WIB
BERBAHAYA: Kepala Balai POM Tarakan, Herianto Baan, S.Si, Apt.FOTO: WILDAN/RADAR TARAKAN
BERBAHAYA: Kepala Balai POM Tarakan, Herianto Baan, S.Si, Apt.FOTO: WILDAN/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Sosial media Kembali dihebohkan dengan isu bahaya penggunaan galon air isi ulang yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, penggunaan bahan plastik yang mengandung Bisphenol A (BPA) pada beberapa jenis galon disinyalir menjadi atensi utama.

Menanggapi hal tersebut, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tarakan angkat bicara untuk memberi informasi terkait status keamanan galon air isi ulang, Kepala BPOM Tarakan, Herianto Baan, S.Si, Apt, mengatakan, timnya selalu melakukan pengujian sampling terhadap galon air minum dalam kemasan (AMDK) dan galon air isi ulang.

“Kita selalu lakukan sampling, baik itu galon AMDK maupun galon air isi ulang untuk diuji kadar BPA. Dari data nasional 2021, migrasi BPA pada galon AMDK berada di bawah 0,01 bpj (10 mikrogram/kg), artinya masih dalam batas aman,” ujarnya, Selasa (5/8).

Dari penjelasan itu, BPOM Tarakan memastikan pengawasan dan pengujian terhadap produsen galon air isi ulang selama ini masih dalam status aman untuk dipakai masyarakat, belum ada temuan dari BPOM terkait kandungan BPA pada galon-galon air isi ulang di Tarakan.

Meski demikian, BPOM Tarakan mengatakan kemungkinan galon mengandung BPA tetap ada dengan beberpa faktor tertentu, sehingga masyarakat diharapkan tetap waspada dan selalu rutin cek pemakaian galon di rumah.

“Faktor yang pertama adalah kualitas bahan galonnya, kita sarankan pakai yang dari bahan polykarbonat, yang kedua adalah penempatan galon di rumah, jangan sampai galon terkena paparan sinar matahari langsung karena itu akan mempercepat penyebaran kandungan BPA,” terang Herianto.

Diketahui, kandungan BPA pada galon air minum sendiri cukup membahayakan bagi kesehatan jika konsumsi dilakukan secara terus menerus, mulai dari gangguan sistem hormonal, gangguan perkembangan janin pada ibu hamil hingga meningkatkan risiko kanker.

“Jadi BPA itu sinyal kimia sintetis yang digunakan dalam pembuatan plastik polykarbonat dan resin epoksi, hal ini bisa menyebabkan gangguan endokrin, reproduksi, dan gangguan otak janin pada ibu hamil,” jelasnya.

BPOM Tarakan mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan kontrol dan pengecekan terhadap galon yang dipakai di rumah serta memilih depo galon air isi ulang yang tepat, BPOM juga memastikan sampling terhadap produsen galon air isi ulang selalu dilakukan tiap tahun dan menyatakan status galon isi ulang di Tarakan masih dalam status layak pakai.

“Untuk air minum dalam kemasan kita rutin tiap tahun sampling, mulai dari kualitas air hingga kualitas galon, selama ini juga belum ada komplain maupun temuan indikasi berbahaya, tapi masyarakat tetap harus selalu waspada dan pilih cara terbaik dalam penggunaan galon,” pungkasnya. (*wld)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #BPOM Tarakan #galon air isi ulang