TARAKAN - Peluncuran Koperasi Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto diharapkan menjadi pendorong ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.
Namun, pengurus koperasi kini menghadapi tantangan besar dalam mencari modal untuk menggerakkan kegiatan koperasi tersebut.
Wakil Ketua Satu Bidang Usaha Koperasi Merah Putih Kelurahan Selumit, Hamdani mengungkapkan, pengurus koperasi telah melaksanakan pelatihan manajemen koperasi dan menindaklanjuti agenda mock-up. Tetapi, dalam mencari modal, mereka mengalami kesulitan.
"Dari BUMN yang mendatangi kami baru dari Bank Mandiri terkait masalah permodalan ternyata tidak sesuai dengan harapan kami, karena bunganya terlalu besar yaitu 6 persen," ujarnya, Kamis (30/7).
Lanjutnya, modal awal koperasi saat ini berasal dari patungan pengurus inti, seperti pengadaan tabung LPG 3 kg yang dibiayai sendiri.
"Tabung LPG ini dari saya pribadi tetapi keuntungannya masuk ke kas Koperasi, supaya ini bisa berjalan sementara," jelasnya.
Koperasi Merah Putih Selumit juga bekerjasama dengan Bulog untuk pengadaan beras SPHP, minyak, dan gula. Hasil penjualan akan distorkan ke Bulog, dan koperasi masih berkoordinasi dengan Bulog untuk langkah selanjutnya.
"Jika ini sudah habis untuk koordinasi lanjutannya bagaimana, kami masih berkoordinasi dengan Bulog," katanya.
Selain itu, Hamdani juga menyayangkan bahwa Koperasi Merah Putih tidak langsung menjadi agen LPG, tetapi harus melewati agen terlebih dahulu kemudian jatah yang diberikan hanya 200 tabung saja.
"Yang seharusnya dari Pertamina langsung ke Koperasi ini malah dari agen dulu, sehingga kami macam berdagang," pungkasnya.
Dengan demikian, pengurus Koperasi Merah Putih Selumit berharap pihak perbankan dapat segera merealisasikan permodalan agar koperasi bisa berjalan normal dan membantu masyarakat.(*nkh)
Editor : Azwar Halim