TARAKAN - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tarakan telah mendistribusikan Zakat Infak dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp 4,5 miliar selama periode Januari hingga Juni 2025.
Kepala Pelaksana Baznas Tarakan, Syamsi Sarman menjelaskan, jumlah penerima yang sudah tersalurkan sebanyak 12.743 orang dengan bantuan yang diberikan meliputi sembako, biaya pendidikan, dan rujukan pasien yang berobat.
"Sembako Rp 300-500 ribu, bantuan pendidikan anak Rp 210 ribu per bulan, kemudian yang paling mahal namun tidak banyak yaitu rujukan pasien ke kota lain dengan biaya Rp 10 juta bolak balik," ujarnya, Jumat, (25/7).
Lanjutnya, tahun lalu itu penerimanya berjumlah 15.128 orang hingga Desember sehingga dipastikan mengalami kenaikan tiap tahun itu sekitar 50 persen. Kemudian kontribusi untuk disektor swasta saat ini masih labil karena gejolak ekonominya tidak stabil.
"Yang selama ini kami jadikan unggulan itu zakat dari ASN karena setiap bulan itu masuknya stabil kalau swasta tidak bisa di paksakan," jelasnya.
Syamsi juga menyebutkan bahwa sektor swasta seperti perbankan, TNI-Polri memiliki objek pajak yang cukup besar, tetapi rata-rata zakat mereka langsung dipotong dari tingkat pusat instansi masing-masing.
"Sehingga ketika kami mencoba menarik zakat mereka ini palingan infak saja kemudian untuk pedagang tergantung ekonominya," katanya.
Baznas berharap kedepannya zakat dapat dioptimalkan dan disalurkan melalui satu pintu, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Tarakan secara maksimal.
"Yang kami temukan sampai saat ini masih banyak orang berzakat kirim ke daerah lain padahal dia bekerja di sini," tutupnya. (*nkh/).
Editor : Azwar Halim