TARAKAN - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Juata Kerikil yang menggantikan fungsi dari TPA Hake Babu masih belum sepenuhnya dapat beroperasi menampung volume sampah di seluruh Kota Tarakan.
Hal ini karena masih terbatasnya ketersediaan sarana penunjang di TPA Juata Kerikil, seperti alat berat yang dipakai untuk mengangkut gunung sampah.
Kepala Bidang Pengelolaan sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan, Edhy Pujianto mengatakan, TPA Juata Kerikil baru melayani penampungan sampah di wilayah Tarakan Utara.
"TPA baru sudah mulai melayani penampungan sampah namun terkendala fasilitas seperti eskavator, baru tiga armada yang beroperasi, kita masih melayani di wilayah-wilayah utara terlebih dahulu," ujarnya, Rabu (16/7).
Edhy mengatakan, pengadaan alat-alat berat sedang dalam proses, sementata DLH Tarakan berupaya mengoptimalkan ketersediaan yang ada saat ini dulu, perencanaan penutupan TPA Hake Babu juga masih dalam proses perancangan dokumen.
"Pengadaan eskavator dan lain-lain masih proses, begitu juga rencana penutupan TPA Hake Babu yang masih dibuat dokumennya mengikuti tahapan-tahapan yang berlaku sehingga fokus penampungan sampah dapat sepenuhnya dialihkan ke TPA Juata Kerikil," jelasnya.
Sementara prasarana seperti gedung sudah siap secara fisik dan akses jalan juga hanya menyisakan sedikit perbaikan lagi untuk memuluskan kegiatan operasional transportasi menuju TPA Juata Kerikil.
"Dari Dinas PU juga sedang bekerja keras untuk perbaikan jalan yang sudah semakin bagus, mungkin beberapa bulan ke depan sudah optimal akses jalannya," terang Edhy.
DLH Tarakan berupaya agar kedatangan alat berat penunjang di TPA Juata Kerikil dapat tersegerakan secepatnya agar dapat beroperasi normal dan menampung seluruh sampah di Kota Tarakan.
"Pokoknya target kita tahun ini TPA Hake Babu ditutup dan TPA Juata Kerikil beroperasi penuh, secepatnya alat berat yang kita butuhkan akan datang," pungkasnya. (*wld)
Editor : Azwar Halim