TARAKAN – Polres Tarakan terus memperkuat pengawasan dan pembinaan internal terhadap jajarannya. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pelaksanaan tes urine secara bertahap kepada seluruh personel.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Tarakan, AKBP Erwin S. Manik, didampingi Wakapolres Kompol Satya Chusnur Ramadhana, S.H. Pemeriksaan dilakukan secara acak terhadap anggota dari berbagai satuan fungsi, dengan sistem pengawasan ketat untuk mencegah adanya potensi manipulasi hasil.
Di tahap pertama sebanyak 46 personel yang melakukan tes urine dan hasilnya negatif.
Menurut Kapolres, tes urine ini merupakan bagian dari upaya menjaga integritas dan profesionalisme institusi, khususnya dalam menghadapi tantangan penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota.
“Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam pengawasan internal. Kita ingin memastikan seluruh anggota Polres Tarakan bersih dari narkoba, sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa penegakan hukum dimulai dari dalam institusi Polri sendiri,” tegas AKBP Erwin.
Karena keterbatasan alat uji, pelaksanaan tes dilakukan secara bertahap, namun tetap mengedepankan akuntabilitas dan transparansi. Bila ditemukan pelanggaran, Kapolres memastikan pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas.
“Kami akan proses sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak ada toleransi untuk penyalahgunaan narkoba di institusi ini,” tambahnya.
Selain pengawasan melalui tes urine, Polres Tarakan juga melaksanakan kegiatan Pembinaan Etika Profesi Polri, Jumat (18/7) lalu.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Kalimantan Utara, Kombes Pol Krishadi Permadi, S.I.K., M.H., sebagai pemateri utama.
Acara ini diikuti oleh seluruh personel Polres Tarakan, mulai dari perwira hingga bintara, dengan tujuan memperkuat pemahaman anggota terhadap pentingnya etika profesi, disiplin, serta tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas kepolisian.
Kombes Pol Krishadi menyampaikan bahwa pembinaan seperti ini merupakan bagian dari program transformasi Polri menuju institusi yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).
“Etika profesi harus ditanamkan sejak dini. Sikap dan perilaku anggota Polri, sekecil apa pun, mencerminkan wajah institusi di mata masyarakat. Maka penting untuk menjaga kepercayaan publik dengan menjunjung tinggi norma hukum dan moral,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap personel Polri memiliki tanggung jawab menjaga nama baik institusi, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari.
“Citra Polri bukan hanya ditentukan oleh pimpinan, tapi oleh seluruh personel di lapangan. Mari kita bersama-sama jaga kehormatan dan martabat institusi ini,” singkat Kombes Pol Krishadi. (zar)
Editor : Azwar Halim