TARAKAN – Dalam rangka deteksi dini dan pencegahan potensi gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib), Lapas Kelas IIA Tarakan kembali menggelar razia rutin pada kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa malam (15/7).
Razia gabungan ini melibatkan petugas internal serta jajaran Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satopspatnal) dan dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Ahmad Ali.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Program 100 Hari Kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) serta implementasi 13 Program Akselerasi yang telah dicanangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Komjen Pol. (Purn.) Agus Andrianto.
Salah satu poin utama dari program tersebut adalah pemberantasan peredaran narkoba, penyalahgunaan alat komunikasi, dan praktik penipuan di dalam Lapas dan Rutan.
Sebelum razia dimulai, Ahmad Ali memberikan pengarahan kepada para warga binaan di setiap blok hunian.
Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa kegiatan razia ini bukan semata-mata bersifat represif, melainkan sebagai bentuk pengawasan internal yang konsisten serta langkah preventif demi menjaga kondusivitas di lingkungan pemasyarakatan.
“Razia sebagai bukti dari penguatan komitmen kita semua mewujudkan Lapas Tarakan yang bersih dari HP ilegal, pungli, dan narkoba, atau yang kita kenal dengan sebutan Halinar,” jelas Ahmad Ali.
Puluhan personel dikerahkan dalam razia yang berlangsung hingga larut malam tersebut. Setiap sudut kamar hunian WBP diperiksa secara menyeluruh, mulai dari bawah tempat tidur, lubang ventilasi, hingga celah di dinding dan langit-langit.
Dari hasil pemeriksaan, petugas berhasil mengamankan beberapa barang yang tergolong terlarang berada di dalam Lapas.
Di antaranya senjata tajam rakitan, kaca cermin, dan terminal listrik yang telah dimodifikasi. Meski demikian, tidak ditemukan alat komunikasi seperti handphone maupun barang bukti narkotika.
“Alhamdulillah dari hasil razia malam ini, tidak ditemukan indikasi peredaran narkoba atau alat komunikasi ilegal seperti ponsel,” ujar Ahmad Ali.
Ahmad Ali menyampaikan, apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran yang terlibat dalam pelaksanaan razia malam itu.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini akan terus digencarkan secara berkala, baik terjadwal maupun insidentil.
“Kita semua punya peran dalam menjaga ketertiban di dalam Lapas. Terima kasih kepada Tim Satopspatnal dan seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Kegiatan seperti ini tidak hanya untuk pencegahan, tapi juga bentuk nyata dari semangat reformasi birokrasi di bidang pemasyarakatan,” pungkasnya. (zar)
Editor : Azwar Halim