TARAKAN - Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Yos Sudarso kembali dihiasi oleh sekumpulan gelandangan, terpantau mereka tidur bahkan tinggal di fasilitas publik tersebut dengan bermodalkan alas kardus.
Kepala Bidang Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tarakan, Jamaludin mengungkapkan, pihaknya sudah sering melakukan penertiban di area JPO, namun beberapa gelandangan masih kerap kembali menempati area publik tersebut.
"Terakhir sekitar Februari atau Maret sudah kita tertibkan bersama Satpol PP, setelah itu kita lakukan pemantauan terus sehingga JPO sempat steril dari gelandangan, kalau memang masih ada tentu akan kita tertibkan lagi," ujarnya, Senin (14/7).
Meski jumlahnya tak banyak, namun kehadiran gelandangan di JPO sangat tidak elok untuk dipandang saat melintasi area tersebut, mereka makan tidur dan tinggal di sana sehingga mengotori fasilitas yang diperuntukkan kepada publik.
Dinsos Tarakan sendiri telah mendata beberapa gelandangan yang berhasil ditertibkan, Jamaludin beranggapan datangnya kembali gelandangan yang menempati JPO bisa jadi adalah orang yang sama yang telah mereka tertibkan sebelumnya.
"Kemarin yang kita tertibkan itu macam-macam, ada yang membawa dua anak untuk tinggal di jembatan, nanti kita cek lagi apakah kemungkinan orang yang sama," terang Jamaludin.
Tak hanya penertiban, para gelandangan tersebut juga berhak mendapat perlindungan sebagaimana pada pasal 34 ayat (1) UUD tahun 1945 yang menjelaskan fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Dinsos Tarakan mengimbau masyarakat untuk dapat segera memberikan laporan jika melihat adanya gelandangan di area-area publik, bersama tim buatan bernama Tim Reaksi Cepat (TRC), Dinsos akan segera bergerak menertibkan area yang ditinggali gelandangan.
"Untuk masyarakat saya harapkan laporkan secepatnya, begitu masuk laporan kita akan tindaklanjuti bersama, kita saling bahu-membahu menciptakan lingkungan kota yang aman dan nyaman," pesannya. (*wld)
Editor : Azwar Halim