Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bukan Gelandangan Sepenuhnya di JPO, Dinsos Tarakan: Mereka Punya Tempat Tinggal

Wildan Ratar • Senin, 14 Juli 2025 | 17:24 WIB
GELANDANGAN: Kepala Bidang Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tarakan, Jamaludin. FOTO: WILDAN/RADAR TARAKAN
GELANDANGAN: Kepala Bidang Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tarakan, Jamaludin. FOTO: WILDAN/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Maraknya gelandangan yang menempati Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Yos Sudarso sedikit mengotori ruang publik yang kerap dipakai masyarakat untuk menyeberang jalan.

Namun, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tarakan mengungkapkan para penghuni JPO yang selama ini dianggap sebagai gelandangan ternyata tidak sepenuhnya gelandangan, bahkan hampir semua memiliki tempat tinggal.

"Hasil assignment kami menyimpulkan mereka semua yang menempati JPO adalah orang-orang yang memiliki masalah rumah tangga, lalu kabur dan memilih JPO sebagai tempat tinggal," ujar Kepala Bidang Sosial, Dinsos Kota Tarakan, Jamaludin, Senin (14/7).

Jamaludin mengungkapkan, sangat jarang ada gelandangan murni di Tarakan, rata-rata mereka yang tinggal di pinggir jalan atau di fasilitas publik memiliki tempat tinggal namun karena masalah keluarga akhirnya memutuskan pergi dari rumahnya.

"Definisi gelandangan itu kan orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal, pekerjaan, bahkan keluarga, nah, gelandangan yang seperti itu sebenarnya jarang di Tarakan, justru yang sering kita lihat itu lebih banyak ODGJ," ungkapnya.

Kebanyakan dari mereka yang benar-benar gelandangan adalah pendatang-pendatang dari luar Tarakan yang memang tidak memiliki rumah atau tempat tinggal, jarang sekali gelandangan murni berdomisili asli Tarakan.

Dalam proses penertiban, Dinsos Tarakan menggunakan metode pendekatan kemanusiaan dengan membujuk mereka untuk kembali ke rumahnya masing-masing.

"Biasanya kita bujuk dulu untuk kembali ke rumah, kita tanya permasalahan di rumah seperti apa, kalau memang tidak mau terpaksa kita serahkan ke panti," tambahnya.

Tak hanya kepada gelandangan tersebut, pembinaan juga diberikan kepada pihak keluarga dengan memberi edukasi dan solusi terkait permasalahan yang sedang dihadapi.

"Kita juga lakukan pembinaan ke keluarga mereka, misal itu adalah masalah rumah tangga antara suami istri, maka kita coba lakukan konseling terhadap keduanya, upaya-upaya itu terus kita lakukan sehingga tidak hanya penertiban semata," jelasnya.

Hingga saat ini kehadiran gelandangan di JPO masih meresahkan masyarakat karena mengganggu aktivitas penggunaan fasilitas jembatan, Dinsos Tarakan segera akan melakukan pengecekan kembali dan melakukan penertiban bila dibutuhkan.

"Akan kita pantau kembali di JPO itu, beberapa laporan juga mulai masuk kembali," pungkasnya. (*wld)

Editor : Azwar Halim
#tempat tinggal #gelandangan #dinsos tarakan #jpo