TARAKAN – Petugas Polsek Kawasan Sistem Keamanan dan Keselamatan Pelabuhan (KSKP) Tarakan berhasil mengamankan 14 orang yang diduga Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal saat hendak melakukan keberangkatan ke Tawau, Malaysia, Rabu (9/7) lalu di Pelabuhan Malundung.
Kapolsek KSKP Tarakan IPTU Yazwar mengatakan, awalnya petugas Imigrasi melakukan pemeriksaan dokumen keberangkatan terhadap rombongan tersebut yang mengaku hendak berkunjung ke keluarga di Malaysia.
Namun, petugas curiga karena kartu identitas yang dibawa para calon PMI tersebut berasal dari wilayah yang berbeda-beda, sedangkan alasan keberangkatan mereka sama.
“Rombongan ini cukup banyak, dan saat ditanya alasan keberangkatan, mereka memberikan jawaban yang sama, padahal asal KTP mereka berbeda-beda. Jadi kami mendalami dan akhirnya mengamankan mereka untuk dilakukan interogasi,” jelas IPTU Yazwar.
Interogasi yang berlangsung dari pukul 12.00 WITA hingga 04.00 WITA tersebut akhirnya mengungkap bahwa mereka berencana bekerja di Malaysia. Meski semuanya memiliki paspor dan KTP yang sah, mereka tidak memiliki visa kerja maupun penjamin kerja resmi.
“Kami menduga awalnya ada indikasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO), tapi setelah diperiksa tidak ditemukan bukti. Mereka memang punya paspor dan KTP, tapi tidak ada visa kerja dan penjamin,” ungkap Yazwar.
Para calon PMI ilegal tersebut berasal dari beberapa daerah, yakni Blitar dan Wonosobo, Jawa Timur.
Keberangkatan mereka ke Malaysia berawal dari Surabaya, Jawa Timur. Mereka mengaku mendapatkan informasi pekerjaan dari kenalan yang sudah lebih dulu bekerja di Malaysia.
“Informasinya mereka dijanjikan pekerjaan, tapi saat kami hubungi orang yang menjanjikan itu, tidak ada respons. Mungkin karena sudah tahu kami menahan para CPMI ini,” tambah IPTU Yazwar.
Untuk tindak lanjut, Polsek KSKP Tarakan sudah berkoordinasi dengan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara, Kombes Pol Andi Ichsan.
Pada Kamis (10/7), 14 orang tersebut resmi diserahkan ke BP3MI untuk diproses lebih lanjut.
“BP3MI akan menindaklanjuti dengan menyalurkan dan membantu mereka ke perusahaan-perusahaan yang sudah resmi dan memberikan jaminan kerja yang jelas,” pungkas Yazwar. (zar)
Editor : Azwar Halim