Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Apakah Fenomena Aphelion Berdampak pada Cuaca di Kaltara?, Begini Penjelasan Kepala BMKG Tarakan

Wien Ratar • Jumat, 11 Juli 2025 | 17:37 WIB
FENOMENA:Kantor BMKG Tarakan.FOTO: NATANAEL/RADAR TARAKAN.
FENOMENA:Kantor BMKG Tarakan.FOTO: NATANAEL/RADAR TARAKAN.

TARAKAN - Fenomena aphelion memang tengah ramai dibicarakan, terutama karena dikaitkan dengan suhu dingin yang dirasakan di beberapa wilayah Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan memastikan bahwa fenomena aphelion tidak berdampak signifikan pada cuaca dan suhu di Indonesia, termasuk Kalimantan Utara.

Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi mengatakan, aphelion adalah fenomena astronomi ketika Bumi berada pada jarak terjauh dari Matahari dalam orbitnya, yang terjadi sekitar awal Juli setiap tahun.

"Jarak antara Bumi dan Matahari saat aphelion mencapai sekitar 152 juta kilometer, namun perbedaan jarak ini tidak terlalu signifikan dalam mempengaruhi suhu di Kaltara," ujarnya, Jumat (11/7).

Khilmi menambahkan bahwa fenomena aphelion juga tidak berpengaruh langsung terhadap cuaca ekstrem yang terjadi karena cuaca di Kaltara, tidak dipengaruhi oleh kondisi monsunal tetapi dipengaruhi oleh ekuatorial.

"Yang sangat berpengaruh adalah kondisi lokal dan regional dimana ada faktor yang berpengaruh selain adanya angin dari monsoon Asia," jelasnya.

Sambungnya, gelombang celvin juga yang berpengaruh meningkatkan pertumbuhan awan-awan hujan di Kaltara kemudian adanya belokan angin di Kaltara yang menyebabkan pertumbuhan awan cukup tinggi.

"Kalau pertumbuhan awan ini tinggi maka potensi ekstremnya juga ada," ungkapnya.

Khilmi menjelaskan, aphelion tidak berpengaruh terhadap suhu yang ada di Kaltara sampai saat ini suhu masih di kisaran normal. Adapun di beberapa wilayah mengalami suhu dingin bukan karena aphelion tetapi karena beberapa wilayah ini sudah memasuki musim kemarau.

"Karena ketika kemarau suhu udara di malam hari lebih dingin daripada ketika musim hujan, jadi bisa dipastikan bukan karena aphelion," pungkasnya. (*nkh/).

Editor : Azwar Halim
#bmkg tarakan #aphelion #Cuaca Kaltara