TARAKAN - Menjelang tahun ajaran baru, banyak orang tua di Tarakan menggadaikan barang berharga untuk membiayai kebutuhan sekolah anak-anak mereka.
Pegadaian menjadi salah satu alternatif pilihan masyarakat untuk mendapatkan pendanaan dengan menggadaikan barang seperti perhiasan, logam mulia, atau surat berharga.
Kepala Cabang Pegadaian Syariah Tarakan, Syaini, mengatakan, memasuki tahun ajaran baru setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan jumlah nasabah yang menggadaikan barang berharga untuk kebutuhan pembiayaan sekolah anak.
"Siklus ini sifatnya tahunan, sampai saat ini kenaikan sudah sekitar 2 persen lebih dan akan terus meningkat," ujarnya, Rabu (9/7).
Lanjutnya, saat ini emas masih menjadi pilihan utama yang digadaikan nasabah karena dianggap paling mudah dicairkan dan cepat diubah menjadi uang tunai.
Nilai emas yang relatif stabil juga membuat nasabah dapat memperkirakan nilai yang akan diterima saat menggadaikan emas.
"Emas memang paling dominan, tetapi ada juga nasabah yang menggadaikan barang lainnya seperti BPKB motor," tambahnya.
Salah satu nasabah pegadaian, Muryati menyatakan bahwa ia telah menggadaikan gelang emas miliknya guna menutupi kebutuhan perlengkapan sekolah anaknya.
"Memang berat untuk menggadaikan, tetapi demi kebutuhan anak dan lainnya, jadi saya memilih gadai daripada harus pinjam ke orang lain," tuturnya.
Dengan pengorbanan dan keputusan yang tepat, orang tua di Tarakan menunjukkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak mereka, bahkan dengan menggadaikan barang berharga sekalipun.
Pegadaian menjadi solusi yang membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan biaya sekolah. (*nkh/).
Editor : Azwar Halim