TARAKAN - Setelah mendapatkan mandat untuk membantu pemerintah daerah dalam proses perekrutan calon siswa Sekolah Rakyat (SR), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan telah merekomendasikan 150 nama calon siswa untuk diseleksi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.
150 nama tersebut disaring dari ratusan keluarga fakir miskin yang menjadi penerima santunan Baznas Tarakan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Pelaksana Baznas Tarakan Syamsi Sarman mengungkapkan, 150 nama tersebut telah melalui verifikasi ulang dari Baznas guna memastikan jika nama tersebut cukup layak dikategorikan miskin ekstrim.
Meski diakuinya di Tarakan cukup sulit ditemukan masyarakat Berstatus miskin ekstrim hal tersebut berbeda dengan kota lainnya.
"Saat ini kami sudah menyerahkan sudah 150 daftar calon siswa yang memenuhi kriteria dengan kategori miskin ekstrim. Kenapa Baznas dilibatkan, kebetulan Pak Wali kota Tarakan tahu betul Baznas punya data yang cukup akurat tentang kemiskinan. Kami sudah memasukkan 150 siswa yang masuk kategori yang dicari. Tinggal nanti Kelurahan dan Dinsos melakukan seleksi untuk menjadi 100 orang," ujarnya, Kamis (3/7).
"Sengaja kami berikan lebih, karena pertimbangannya nanti ada orang tua yang anaknya dimasukkan ke sekolah rakyat karena tidak mau terpisah dari anaknya. Karena kita tahu sistem pendidikan Sekolah Rakyat menerapkan boarding school. Kita sadar betul tidak semua orang tua dan anak siap dengan sistem itu," sambungnya. (zac)
Editor : Azwar Halim