TARAKAN - Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Tarakan mencatat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Tarakan masih minim yang melakukan ekspor.
Sekertaris DKUKMP Tarakan, Suryani menjelaskan, UMKM menurut data OSS terkahir yang paling banyak itu waktu masa Covid - 19 karena adanya bantuan pemerintah jumlahnya mencapai sekitar 26 ribu namun seiring dengan berjalannya waktu banyak yang tidak aktif lagi.
"Kemudian untuk data terbaru pelaku UMKM yang masih aktif di Tarakan itu jumlahnya sekitar 6 - 8 ribuan saja," ujarnya, Jumat (4/7).
Lanjutnya, adapun kendala yang dihadapi para pelaku UMKM ini yaitu terutama pada permodalan yang terbatas dan keterampilan yang kurang memadai dalam mengembangkan usaha sehingga kami terus melakukan pembimbingan untuk meningkatkan kemampuan UMKM.
"Sebagai upaya dinas melakukan pelatihan brending, kemasan dan sertifikasi halal kemudian sudah ada beberapa yang bisa ekspor seperti Sambel Balamok dan D'Baloy," jelasnya.
Suryani menambahkan, target kedepannya UMKM yang ada daerah ini agar bisa lebih dikenal minimal di Indonesia dulu setelah itu kita bimbing untuk ke internasional, kemudian semua UMKM ini sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
"Diharapkan pelaku UMKM ini bisa lebih maju lagi dan memperbaiki kualitas produknya sehingga bisa bersaing dengan daerah lain dan bisa meningkatkan perekonomian daerah," pungkasnya. (*nkh/).
Editor : Azwar Halim