Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Gas Alam Padam 8 Jam di Tarakan, PGN: Korosi Penyebab Kebocoran Pipa Pemasok

Radar Tarakan • Minggu, 22 Juni 2025 | 22:33 WIB
Photo
Photo

TARAKAN - Weekend kemarin menjadi hal yang kurang bersahabat bagi warga Kota Tarakan, pasalnya sehari sebelumnya sudah tersebar pengumuman adanya pemadaman aliran gas alam dari Perusahaan Gas Negara (PGN), namun nyatanya pemadaman diundur pada hari ini, Senin (23/6) sejak pukul 08.30-16.30 Wita.

Dwi (31) seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Kelurahan Kampung Empat mengatakan, dirinya sudah menerima info pemadaman pada Minggu (22/6) sejak pukul 06.00 Wita, namun nyatanya menyusul pengumuman terbaru pemadaman diundur Senin (23/6). Hal ini jelas meresahkan bagi warga karena pengguna gas alam yang tidak memiliki kompor cadangan tidak bisa menggunakan sumber energi lain untuk menghidupkan kompor.

“Kompor gas di rumah sudah di-setting menjadi kompor gas alam, jadi kalau pun ada di jual tabung gas, kompornya tidak bisa digunakan. Semoga pemadaman tidak lagi terjadi karena dan ada upaya perbaikan untuk pelayanan maksimal ke pelanggan,” ujarnya.

Area Head, Kalimantan PT Perusahaan Gas Negara Tbk, Dedy Tulus Pambudi membenarkan adanya pemadaman aliran gas alam di Kota Tarakan. Sebelumnya pemadaman dijadwalkan pada Minggu namun diundur ke hari Senin karena faktor cuaca, yang membuat aktivitas perbaikan tidak bisa dilakukan.

“Kondisi jaringan infrastruktur (pipa transmisi/pipa hulu) milik Medco yang menghubungkan ke metering regulating Smtation kami (PGN) di situ terjadi masalah. Yang sering terjadi selama ini sering terjadi kebocoran akibat pipa hulu mengalami korosif (berkarat). Jadi medco akan melakukan perbaikan pipa hulu. Dasar pemberitahuan kami juga dari Medco,” ungkap Dedy saat dihubungi Radar Tarakan, Minggu (22/6).

Lebih lanjut Dedy menjelaskan, jika dirinya tidak bisa menggaransi pengerjaan akan berlangsung lebih cepat atau bahkan melewati batas waktu 8 jam seperti yang telah diumumkan. “Artinya jika peralatan mereka siap, kondisi cuaca bagus dan tidak terjadi hal-hal di luar kendali kita, harusnya sesuai rencana 8 jam bisa diselesaikan,” tuturnya.

Diketahui, pemadaman aliran gas alam ke pelanggan di Tarakan bukan terjadi kali ini saja, namun beberapa minggu sebelumnya PGN Tarakan juga memberikan pengumuman soal pemadaman. Dedy membenarkan hal tersebut, dan penyebab pemadaman sebelumnya juga sama, yaitu terjadi korosi pada pipa hulu milik pemasok.

PGN Tarakan juga telah menerima planing pengerjaan upaya perbaikan jaringan pipa hulu dari Medco. Permasalahan korosi pada pipa hulu tidak dapat dihindari mengingat usia pipa yang sudah tua, dan peremajaan pipa pun tidak dapat dilakukan, mengingat jalur pipa hulu melewati kawasan padat penduduk, sehingga salah satu cara mengatasi korosi dengan mendekatkan metering regulating station (MRS) milik PGN Tarakan ke pipa hulu milik Medco.

“Terkait pipa hulu yang sering bermasalah ini sebenarnya sudah lama. Sehingga Medco telah mengerjakan rencana pemindahan MRS milik PGN yang ada di Sebengkok, lebih dekat dengan pipa hulu milik Medco yang ada di Kelurahan Kampung Satu, dimana sebelumnya jarak dari pipa hulu ke MRS berkisar 3 kilometer, nantinya menjadi hanya 800 meter. Secara time line yang diberikan medco ke kami, minggu ke 4, Juli 2025 harusnya selesai,” jelasnya.

Dengan dikonversinya kompor milik pelanggan ke aliran gas alam, sehingga dengan adanya pemadaman membuat pelanggan juga tidak menggunakan kompor tersebut dengan tabung gas atau bahan bakar lainnya, Dedy pun menyampaikan jika PGN tidak bisa memberi kompensasi kepada pelanggan karena korosi yang terjadi merupakan sebuah force meajure.


"Jadi di dalam klausul kontrak kami, kejadian ini merupakan force meajure, karena bukan dalam kendali kami, sehingga otomatis kami tidak bisa memberi kompensasi kepada pelanggan," pungkas Dedy. (udn)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #gas alam mati