TARAKAN – Peredaran narkotika melalui jalur laut di Kalimantan Utara (Kaltara) terus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
Untuk mengantisipasi masuknya barang haram tersebut, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Terpadu dan memperkuat sistem keamanan di pelabuhan.
Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Tatar Nugroho mengatakan, pengawasan akan difokuskan di pelabuhan-pelabuhan resmi, seperti Pelabuhan Malundung Tarakan, yang dinilai rawan menjadi jalur masuk narkoba.
“Bagaimana mencegah dan memberantas peredaran gelap narkotika di pelabuhan. Kita akan bentuk Satgas Terpadu, dan lakukan penguatan sistem keamanan,” ujar Brigjen Pol Tatar saat ditemui usai rapat koordinasi lintas instansi, belum lama ini.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan sejumlah stakeholder seperti Pelindo, Pelni, KSOP, Dinas Perhubungan Kota dan Provinsi, Ditpolairud Polda Kaltara, Lantamal XIII Tarakan, Bea Cukai, dan PSDKP Tarakan.
Tujuannya untuk menyamakan persepsi dan membangun konsep sistem pengamanan yang lebih efektif di pelabuhan.
“Kita bahas kenapa narkoba masih bisa lolos. Dari situ muncul rekomendasi pembentukan Tim Terpadu untuk pengawasan di pelabuhan,” bebernya.
Tak hanya itu, pengadaan mesin X-ray tambahan juga tengah diupayakan. “Dari Pelindo menyampaikan akan tambah dua unit X-ray untuk memperkuat deteksi di Pelabuhan Malundung,” tambahnya.
Dijelaskan, BNNP telah memetakan pelabuhan-pelabuhan rawan di Kaltara, termasuk jalur ilegal atau pelabuhan tikus yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan narkotika.
“Jalur laut ini terbagi dua, ada yang legal dan ilegal. Untuk jalur tikus, intelijen kita sudah mapping dan kita perkuat juga di titik-titik rawan itu,” pungkasnya. (zar)
Editor : Azwar Halim