TARAKAN - Program Smart City yang digagas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Namun, implementasi program ini masih belum maksimal.
Dosen STIMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati, Muhammad mengatakan, periode kedua Wali Kota Tarakan tagline "Smart City" sepertinya tidak berlanjut.
Apakah karena sudah tercapai di periode pertama atau belum mencapai target namun disisipkan di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Perlu diketahui infrastruktur digital terkait dengan akan tiga hal yaitu hardware, software dan jaringan.
"Hardware ini di periode pertama pak Khairul, perangkatnya sudah disiapkan namun belum maksimal, kemudian software di Mal Pelayanan Publik masih belum terpenuhi, dan jaringan masih belum masif," ujarnya, Senin (16/6).
Sambungnya, dari ketiga unsur ini wajib ada unsur lain yang harus berjalan yaitu SDM di pemerintahan yang bisa menjalankan ketiga unsur tadi.
Jangan sampai perangkatnya sudah tersedia namun SKPD-nya tidak masif untuk menjalankan ini dan mengedukasi masyarakat untuk bisa menggunakan nya.
"Seperti infrastruktur digital milik dinas terkait di beberapa tempat yang tidak berfungsi (rusak)," paparnya.
Muhammad menambahkan, sementara layanan pemerintah hari ini dihadapkan dengan generasi milenial dan gen Z, kedua generasi ini yang paling banyak membutuhkan pelayanan serba cepat lambat sedikit akan diviralkan.
Kemudian masih berhubungan dengan pelaku kepentingan bisnis seperti Apindo, Hipmi dan Kadin. Komponen ini sudah sampai sejauh mana mengambil peran untuk mendukung infrastruktur digital ini, untuk memasifkan penggunaan infrastruktur digital di pemerintahan.
"Tidak bisa di pungkiri pelayanan yang diterima oleh dua generasi ini membutuhkan pelayanan serba cepat dan instan," ungkapnya.
Sambungnya, kemudian terkait dengan infrastruktur teknologi yang masih belum merata. Banyak daerah di Tarakan yang masih belum memiliki akses internet yang stabil dan cepat, sehingga mempersulit implementasi program Smart City seperti wilayah Juata, Binalatung dan Tanjung pasir.
"Ini harus jadi perhatian khusus pemangku kepentingan terkait yaitu, Pemerintah, Telkom dan Telkosel supaya bisa merata dan kalau bisa menyiapkan spot Wi-Fi di tempat publik," pungkasnya.
Kedepannya sangat dibutuhkan sekali komitmen dari pemerintah dan anggota legislatif untuk mewujudkan Tarakan ini sebagai "Smart City" tanpa adanya kersama yang baik program ini tidak akan pernah terwujud. (*nkh/)
Editor : Azwar Halim