TARAKAN - Tugu Australia merupakan salah satu landmark kota Tarakan yang memiliki nilai sejarah dan makna yang mendalam.
Tugu ini didirikan sebagai simbol persahabatan dan pengorbanan antara Indonesia dan Australia selama Perang Dunia II.
Pada tahun 1945, pasukan Sekutu yang dipimpin oleh Australia melakukan pendaratan untuk merebut wilayah Tarakan dari tangan Jepang.
Dalam pertempuran yang sengit, prajurit Australia yang gugur berjumlah 225 orang dari Brigade ke-26, Divisi ke-9.
Setelah perang berakhir, Pemerintah Australia dan Indonesia sepakat untuk mendirikan tugu peringatan untuk menghormati prajurit Australia yang gugur.
Tugu Australia memiliki desain yang sederhana namun megah. Tugu ini terdiri dari beberapa pilar yang menopang struktur utama.
Tugu Australia memiliki makna yang mendalam sebagai simbol persahabatan dan pengorbanan antara Indonesia dan Australia.
Tugu ini juga menjadi pengingat akan sejarah perang yang pernah terjadi di Tarakan dan menjadi bagian dari identitas kota.
Tugu Australia menjadi destinasi wisata di Tarakan yang terletak di halaman Mako Kodim 0907 Tarakan. Wisatawan dapat melakukan berbagai kegiatan di sekitar tugu, seperti, wisatawan dapat mengunjungi tugu dan melakukan penghormatan kepada prajurit Australia yang gugur, dapat mengambil foto-foto di sekitar tugu untuk mengabadikan momen dan dapat belajar tentang sejarah perang yang terjadi di Tarakan dan makna Tugu Australia.
Dengan demikian, Tugu Australia menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Tarakan.
Tugu ini tidak hanya menjadi simbol persahabatan dan pengorbanan, tetapi juga menjadi pengingat akan sejarah dan identitas Kota Tarakan.
Tugu Australia ini diresmikan oleh Walikota Tarakan, Dr. H . Syachrul Effemdy Busra pada tanggal 17 November 1989.
Dihadiri oleh Komandan Distrik Militer Tarakan, LT. Col . R . A Besaing, State President R. S. L - Victoria, B. C Ruxton Obe, Deputy National Secretary R. S. L, MRS. J. Healy dan rombongan anggota veteran Australia. (*nkh/).
Editor : Azwar Halim