Tarakan - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan terus memperkuat fungsinya sebagai sumber pengetahuan dan pusat literasi masyarakat.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Darmawati menjelaskan, saat ini kami memiliki sebanyak 59 ribu eksemplar buku fisik dan 9 ribu buku digital.
"Buku-buku ini diklasifikasi sesuai kelasnya seperti kuliner, psikologi, fiksi dan non fiksi," ujarnya, Minggu (1/6).
Dirinya menambahkan, pengeadaan buku-buku bersumber dari APBD dan hibah dari perpustakaan nasional dan melalui program GEDEBUK (Gerakan Derma Buku).
"Program ini untuk orang yang ingin mendonasikan bukunya, dikarenakan pindah rumah atau selesai kuliah," cetusnya.
Lanjutnya, buku donasi tadi akan kita pilah lagi, sebelum dilayangkan dan yang sudah ada di perpustakaan akan di donasikan ke lembaga sosial.
"Kita akan donasikan ke masyarakat, taman bacaan dan para penggiat literasi yang rutin melakukan kegiatan," terangnya.
Sambungnya secara rumus buku yang sudah berusia 5 tahun, itu sudah tidak relevan lagi. Hal ini dikarenakan perubahan ilmu begitu cepat, sehingga setiap tahun akan ada penambahan koleksi bacaan.
"Setiap tahun selalu dianggarkan penambahan koleksi bacaan, sehingga relevan dengan kebutuhan jaman dan masyarakat," ungkapnya.
Jaman dulu orang mengatakan perpustakaan sebagai gudang buku. Namun perpustakaan selalu berkomitmen dan menjaga images, untuk menjadi pusat belajar yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Sejahtera bukan hanya tentang uang, tetapi berupa meningkatnya pengetahuan, melalui Perpustakaan berbasis inklusi sosial," pungkasnya. (*nkh/).
Editor : Azwar Halim