Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tak Punya CCTV Berbasis Kewilayahan, Pemilik Studio Foto di Tarakan Inisiatif Pasang CCTV di Penjuru Kota Tarakan

Wildan Ratar • Rabu, 28 Mei 2025 | 17:07 WIB

 

WILDAN/RADAR TARAKAN GAGASAN : Harmono, pemilik usaha studio foto di Tarakan bernama Ruang Kita Studio.
WILDAN/RADAR TARAKAN GAGASAN : Harmono, pemilik usaha studio foto di Tarakan bernama Ruang Kita Studio.

TARAKAN - Adalah Harmono, seorang pemilik usaha Foto Studio bernama Ruang Kita Studio yang menggagas pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) berbasis kewilayahan di tiap sudut Kota Tarakan.

Layaknya kota-kota besar di Pulau Jawa, Harmono menilai Kota Tarakan juga butuh CCTV berbasis kewilayahan yang tersebar di titik-titik strategis guna mencegah kejahatan dan meningkatkan rasa aman masyarakat.

"Lihat kota-kota lain tuh kayak udah canggih, CCTV ada di tiap titik kota, masa Tarakan gak bisa? Kebetulan saya punya sumber dayanya dan paham teknisnya, jadi saya coba inisiatif bergerak sendiri," ujar Harmono kepada Radar Tarakan, Selasa (27/5).

Saat ini, Harmono telah memasang 3 CCTV di sekitaran Kelurahan Gunung Lingkas, lengkap disertai website yang dapat diakses oleh masyarakat umum untuk memonitoring rekaman CCTV secara live, nama websitenya adalah cctv.tarakanku.my.id.

"Ini hanya pilot project (proyek uji coba) sebelum diterapkan secara luas, makanya saya baru nyoba pasang 3 CCTV sekitaran tempat tinggal saya di Gunung Lingkas dengan izin dan dukungan dari RT setempat," sambungnya.

Dirinya mengaku menggunakan dana sendiri dalam melaksanakan pilot project tersebut dan berencana memperluas area CCTV ke titik-titik lain, namun untuk merealisasikannya butuh anggaran yang tidak sedikit, sehingga Ia mengharapkan adanya ketertarikan dari pemerintah kota maupun mitra-mitra yang ingin bekerja sama.

"Saya sangat terbuka sekali jika diajak kerja sama oleh mitra maupun pemkot, saya kan gak bisa asal pasang di tempat-tempat lain tanpa perizinan, belum lagi anggarannya kalau mau pasang, biaya alat routernya itu lumayan," katanya.

Untuk sementara program pemasangan CCTV yang Harmono jalankan bersifat swadaya masyarakat, sehingga lebih fleksibel dan terfokus pada kebutuhan masyarakat setempat, namun keterbatasan sumber daya dan proses yang lebih informal adalah kekurangannya saat ini.

"Saya hanya sebagai hub (perantara) saja, kalau menunggu anggaran dari pemkot kan bakal lama, gak gerak-gerak kita, makanya kita akali dengan sumber daya berupa server milik saya dulu, sekali lagi kebetulan saya punya sumber dayanya, pengen saya manfaatkan untuk kepentingan masyarakat," tandasnya.

Menurutnya, CCTV berbasis kewilayahan sudah seharusnya dimiliki tiap kota karena kebermanfaatannya yang sangat kompleks untuk masyarakat, namun mengingat efisiensi anggaran saat ini rasanya tidak mungkin program seperti tersebut jadi prioritas, oleh karenanya Ia berusaha menggagas dengan amunisi yang terbatas.

"Contoh paling bagus itu di Jogja dan Semarang, bisa dilihat di websitenya, bahkan di Jogja sudah nyampe 1000-an CCTV terpasang, gunanya supaya masyarakat bisa memantau tindak kejahatan yang terjadi di suatu lokasi, bisa juga untuk melihat situasi banjir misalnya, kemacetan, kecelakaan dan lain-lain, lagian kita kota kecil gak perlu terlalu banyak sampe seribu CCTV juga," paparnya.

Harmono mengatakan kebutuhan CCTV paling prioritas adalah pemasangan di jalan-jalan strategis terlebih dahulu.

"Misal pasangnya di Juata, orang di kota yang ingin bepergian ke Juata bisa tahu apakah juata lagi hujan atau tidak, sehingga informasi seperti ini dapat memudahkan masyarakat," sambungnya.

Langkah positif yang dilakukan Harmono tersebut tentunya menjadi angin segar bagi keamanan, kenyamanan dan sumber informasi masyarakat Kota Tarakan, Ia berharap pemerintah dapat mendukung untuk perluasan titik sebar CCTV berbasis kewilayahan kedepannya.

"Kalau ada dukungan dari mitra maupun pemkot ya Alhamdulillah, pemerintah mau dibuatkan websitenya yang baru juga bisa, yang penting kita gerak saja dulu demi Kota Tarakan yang lebih maju dan aman," pungkasnya. (*wld/)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #cctv #Berbasis Kewilayahan #studio foto