TARAKAN - Cuaca tak menentu terus terjadi di Tarakan dalam kurun satu minggu terakhir, kondisi yang kadang panas dan kadang hujan memberi sinyal bahwa Tarakan sedang dalam musim pancaroba.
Tiap siang hari Tarakan diterpa sengatnya panas matahari, namun menjelang tengah malam Tarakan hampir sering diguyur hujan dengan skala sedang maupun besar, tentunya di musim pancaroba akan berpotensi terjadi angin kencang dan hujan ekstrem secara terus-menerus.
Hal ini membuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan memberikan peringatan ke masyarakat karena bahaya akan potensi banjir rob yang bisa saja terjadi.
"Prediksi hujan lebat masih akan terus berlanjut dan statusnya berada di level waspada, ditambah air laut sedang pasang jadi bisa saja berpotensi banjir rob, masyarakat harus siaga," ujar Sulam Khilmi, Kepala BMKG Kota Tarakan, Kamis (22/5).
Banjir rob biasanya dipengaruhi oleh perubahan pasang surut air laut, siklus bulan, angin bahkan badai yang terjadi di lepas pantai. Walau biasanya terjadi dalam waktu singkat, masyarakat tetap harus selalu waspada.
Dua fenomena yang terjadi dalam satu waktu, yaitu cuaca ekstrem dan pasangnya air laut akan memberi dampak yang patut diantisipasi terutama bagi warga pesisir di Kota Tarakan.
"Terutama bagi warga pesisir ya, angin kencang dan hujan lebat akan terjadi dalam beberapa hari ke depan," sambungnya.
Peringatan waspada ini juga telah diposting pada akun instagram BMKG Tarakan, dengan potensi wilayah terdampak lainnya seperti Kabupaten Nunukan, Bulungan, Tana Tidung dan Malinau.
"Untuk saat ini prediksi cuaca ekstrem berlangsung hingga 25 Mei, dan mungkin masih bisa berlanjut menunggu update selanjutnya," tutupnya. (*wld)
Editor : Azwar Halim