TARAKAN - Pegadaian Cabang Tarakan mencatat peningkatan gadai emas dari Idulfitri sampai menjelang Iduladha sebesar 10 persen.
Lonjakkan ini berbeda dari tahun sebelumnya, di mana biasanya menjelang lebaran akan banyak masyarakat yang melakukan tebusan emas, namun tahun ini lebih didominasi oleh aktivitas transaksi gadai emas.
"Lebaran Idulftri kemarin banyak yang tebus, jelang Iduladha justru terbalik, malah banyak yang gadai," ujar Yasir Pimpinan Pegadaian Cabang Tarakan, Senin (19/5).
Yasir mengungkapkan masifnya masyarakat Tarakan yang melakukan gadai emas dikarenakan kebutuhan anak sekolah yang akan masuk tahun ajaran baru, sehingga biaya pendidikan jadi faktor utama tren gadai emas mendekati Iduladha.
"Kalau di lebaran Idulfitri kemarin harga emas agak tinggi, melambung sampai di atas 20 persen sehingga banyak yang tebus emas, sedangkan lebaran Iduladha lebih banyak penggadaian karena kebutuhan biaya pendidikan anak yang akan masuk sekolah dalam waktu dekat," paparnya.
Mendekati lebaran Iduladha sendiri, transaksi gadai emas lebih didominasi oleh kelompok masyarakat dari sektor pedagang dan ibu rumah tangga.
"Lebih dominan di ibu rumah tangga dan pedagang untuk saat ini," tutur Yasir.
Pegadaian Cabang Tarakan juga memiliki program gadai prima dan gadai peduli dengan konsep bebas biaya bunga sehingga memungkinkan mahasiswa bahkan masyarakat kurang mampu yang ingin melakukan penggadaian.
Harga emas sendiri diyakini masih akan naik lagi walaupun sempat turun dari beberapa bulan sebelumnya, dan masyarakat yang akan menggadaikan emasnya juga diperkirakan akan meningkat hingga di hari-hari terakhir menjelang lebaran Iduladha.
"Meskipun sempat turun tapi emas itu sudah pasti akan naik lagi, tidak tahu naik ke angka berapa tapi pasti nilai jualnya akan meninggi lagi," tutupnya. (*wld)
Editor : Azwar Halim