TARAKAN – berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan mencatat presetase pengangguran terbuka yaitu 5,11 persen yang masih di dominasi generasi muda, termasuk Gen Z.
Sekertaris Asosiasi Penguasa Indonesia (Apindo) Kaltara, Anita Riawati menjelaskan, berbagai faktor menjadi penyebab terjadinya fenomena tersebut, mulai dari kesenjangan antara jumlah lapangan pekerjaan dengan pencari kerja hingga kurangnya pengalaman.
"Anak Gen Z ini, anak yang gampang baperan, kalau kerja milih-milih," ujarnya, Selasa (20/5).
Lanjutnya, gen Z saat ini atitude mulai berkurang dan ketergantungan terhadap AI dan teknologi lainnya. Sehingga kreativitas dan inovasi itu sudah hilang dari tubuhnya.
"Akhirnya perusahaan juga bingung untuk merekrut mereka, karena perusahaan saat ini ingin melihat kreativitas dan skill," ungkapnya.
Anita mengatakan, hal ini dikarenakan pola pikir anak remaja jaman sekarang itu tujuan mereka bekerja hanya untuk mencari uang.
"Dapat hari ini dihabiskan juga hari ini, tidak lagi memikirkan untuk menabung dan lainnya," tuturnya.
Sambungnya, berbeda dengan anak angkatan 90-an atau anak milenial yang lebih melakukan pengembangan, kreativitas dan mempunyai pola pikir jangka panjang.
"Perusahaan itu mau merengkrut karyawan yang mau bekerja dengan jangka waktu yang lama," jelasnya.
Apindo bersama Dinas Ketenagakerjaan dan institusi pemerintahan lainnya, terus berusaha mencari solusi untuk meningkatkan SDM generasi muda saat ini.
"Hal ini kita lakukan untuk menekan angka pengangguran di kalangan remaja saat ini di kaltara," pungkasnya. (*nkh/).
Editor : Azwar Halim