TARAKAN - Sejak dipasang pada 2022 lalu, tak pernah sekalipun terlihat portal parkir di kawasan Taman Hiburan Masyarakat (THM) beroperasi sebagaimana fungsinya, bahkan saat ini kondisinya sudah rusak.
Hal ini menuai banyak komentar dari masyarakat Tarakan yang mempertanyakan fungsi dari pemasangan portal parkir di kawasan THM yang sudah bertahun-tahun tak pernah terpakai.
"Sejak awal sudah beberapa kali ada penolakan dari pedagang-pedagang dan warga di daerah THM terkait pemasangan portal tersebut," ujar Hairulliansyah, Plt Kabid Pengembangan Ekspor, Dinas Perdagangan, Koperasi (Disdagkop) dan UMKM Tarakan, Kamis (8/5).
Meski menerima banyak protes dari warga dan pedagang setempat, hasil rapat saat itu menyepakati untuk tetap dilakukan uji coba pemasangan. Belum sempat dicoba, portal sudah mengalami kerusakan, disinyalir berasal dari oknum yang tidak diketahui.
"Baru dipasang dan belum diuji coba, palangnya sudah patah, kabel optiknya putus, sepertinya memang oknum tapi kita tidak bisa menuduh siapa yang rusakin," terang Hairul.
Alasan pedagang menolak adanya pemasangan portal parkir di kawasan THM karena keberadaan portal akan mengurangi jumlah pengunjung yang datang, di sisi lain warga sekitar juga menolak karena mengganggu akses jalan rumah warga sekitar lokasi THM.
"Pedagang nolak karena tanpa portal saja sudah sepi pengunjung, apalagi kalau dipasang portal tambah sepi, kalau tidak ada portal kan pengunjung bisa masuk untuk lihat-lihat dagangan mereka, tapi kalau ada portal akan memperbesar kemungkinan pengunjung mengurungkan niat untuk masuk walau sekedar lihat-lihat saja," paparnya.
Selain adanya penolakan, posisi portal parkir yang tidak strategis juga dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan di jalan raya, karena akan terjadi antri kendaraan saat masuk area THM.
"Dua atau tiga mobil ngantri di portal parkir itu sudah bisa bikin macet dan mengganggu jalanan, apalagi dekat sama lampu merah, saya rasa ada kesalahan peletakan juga di situ," sambungnya.
Rencananya portal tersebut akan ditarik kembali untuk meminimalisir kerusakan lainnya, belum ada tindak lanjut untuk rencana pemanfaatan ulang perangkat portal di lokasi lain.
"Sudah saya usulkan untuk dibongkar kembali perangkat portalnya, karena masih terhitung aset juga," tutupnya. (*/wld)
Editor : Azwar Halim