TARAKAN - Program kanalisasi penanggulangan banjir di Kota Tarakan yang menjadi fokus utama DPUPR Tarakan tahun ini masih menunggu waktu, direncanakan dua bulan lagi untuk dimulai pengerjaannya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tarakan, Fandariansyah mengatakan proyek kanalisasi bahkan belum di tahap lelang proyek, jadi harus menunggu waktu secepatnya Juli untuk memulai proyek tersebut.
"Selancar-lancarnya ya bulan Juli kita mulai, masih ada tahap lelang proyek, dan ini jadi fokus utama kita menanggulangi banjir," ujarnya, Selasa (6/5).
Untuk lokasi yang akan dilakukan kanalisasi sendiri diutamakan daerah Kelurahan Karang Anyar yang terkenal mudah terendam banjir setiap kali cuaca sedang hujan deras.
"Tentu yang utama daerah Karang Anyar itu kan rawan banjir, ada beberapa titik obstacle yang coba kita buka, seperti daerah masjid Darussalam dan Masjid Darul Faizin itu," terusnya.
Terkait anggaran, dirinya mengakui telah siap dan tinggal menunggu waktu eksekusi pengerjaan, agar dampak positif dari kanalisasi ini dapat segera dirasakan banyak masyarakat.
"Sudah aman kalau anggaran, sudah jadi program kerja prioritas kita juga tahun ini terkait permasalahan banjir," ucap Fanda.
Ia berharap masyarakat dapat bersabar untuk sementara waktu sembari menjaga kebersihan saluran air, terlebih Tarakan sedang memasuki kondisi cuaca hujan lebat setiap malam hari.
"Segera pasti dikerjakan, intensitas hujan lebat tidak boleh jadi alasan kita untuk pasrah akan banjir yang melanda, untuk sekarang yang terpenting masyarakat ikut menjaga kebersihan saluran air, jangan buang sampah di selokan," pungkasnya. (*/wld)
Editor : Azwar Halim