TARAKAN - Adanya penghapusan insentif tenaga pendidik oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara kepada guru kabupaten/kota menuai perhatian besar masyarakat.
Pasalnya, meski insentif tersebut bukan tanggung jawab pemprov secara aturan, namun insentif tersebut telah berjalan sebelum terbentuknya provinsi Kaltara.
Sehingga ditiadakannya insentif tersebut memberi dampak bagi guru di bawah naungan kabupaten/kota.
Menanggapi polemik tersebut, Wali Kota Tarakan dr Khairul menegaskan sejak dulu Pemkot Tarakan selalu konsisten memprioritaskan insentif tenaga pendidik.
Tidak hanya itu bahkan kata dia, Pemkot Tarakan cukup serius memprioritaskan berbagai hal yang berhubungan dengan dunia pendidikan dalam bentuk apapun.
Sehingga dikatakannya, para guru tidak perlu khawatir lantaran insentif guru menjadi bagian dari perhatian khusus pemerintah.
"Untuk insentif tetap berjalan dan tidak ada masalah. Dari dulu anggaran kita setiap tahun berjalan bahkan saat pandemi Covid pun insentif guru tidak terganggu. Bukan hanya guru SD, SMP tapi juga termasuk PAUD dan TK bahkan guru ngaji, guru Sekolah Minggu," ujarnya, Kamis (25/4).
"Untuk nominalnya secara teknis saya lupa berapa besarannya karena setiap jenjang nominalnya berbeda. SD dan SMP beda. TK dan PAUD juga beda. Saya tidak ingat secara detail besarannya, yang pasti tidak naik dan turun tetap sama dengan tahun-tahun kemarin," sambungnya. (zac)
Editor : Azwar Halim