Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kisah Unik Kesuksesan Kopi Bekawan Tarakan, Terpromosikan Berkat PSBB

Wildan Ratar • Kamis, 24 April 2025 | 13:40 WIB
ISTIMEWA RAIH KESUKSESAN: Pemilik usaha Kopi Bekawan, Luthfi Hilman Yusfida.
ISTIMEWA RAIH KESUKSESAN: Pemilik usaha Kopi Bekawan, Luthfi Hilman Yusfida.

TARAKAN - Salah satu kedai kopi terkenal di Tarakan, Kopi Bekawan telah menjadi persinggahan andalan bagi para pecinta kopi di Tarakan, hal itu berkat tangan dingin sang pemilik usaha, Luthfi Hilman Yusfida.

Konsep pemilihan kata 'bekawan' diambil sebagai filosofi bahwa kedai kopi ini adalah kedai yang bersahabat dalam bentuk apapun, baik bersahabat dalam hal tempat, harga, hingga lidah.

Berdiri pada Desember 2019, Kopi Bekawan langsung menghadapi persaingan pasar di era Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), akibat dampak dari wabah Covid-19 yang sempat mencekam.

Luthfi mengawali usaha brand Kopi Bekawan dengan berjualan lewat gerobakan, sesuatu yang bisa dibilang unik dan belum ada pada saat itu, karena hampir setiap penjual kopi memiliki kedai sebagai tempat nongkrong.

"Saat itu pasar tidak hanya butuh ngopi, tapi juga butuh tempat nongkrong, lalu saya buka kedai di dalam gang dekat SMP 5, tempatnya tidak strategis sehingga kalah saing dengan kopi-kopi yang memiliki venue bagus dan strategis, barulah saya coba gerobakan agar lebih dinotice," ujar Luthfi, Rabu (23/4)

Di tengah ramainya kedai kopi sebagai tempat nongkrong, Bekawan hadir sebagai pembeda dengan gerobaknya membawa filosofi beli kopi, bungkus, pulang.

"Pas baru buka orang ngiranya itu kayak penjual minuman-minuman es biasa, tapi saya coba terus nguatin marketing dan personal branding," ucapnya.

Bekawan gerobakan baru berjalan 3 bulan, muncul penetapan peraturan PSBB akibat wabah Covid-19, hampir semua jenis usaha termasuk kedai kopi terkena imbasnya, kedai hanya boleh buka dengan batas waktu yang ditentukan.

Sementara gerobak Kopi Bekawan tidak terkena dampak dari peraturan tersebut, karena konsep jualan yang ditawarkan tidak memberi ruang untuk nongkrong yang dilarang pemerintah saat Covid-19 melanda.

Orang-orang yang biasanya pengen beli kopi di kedai-kedai akhirnya harus mencari alternatif lain, siapa sangka gerobak Kopi Bekawan menjadi jawaban dari hal tersebut.

"Berkat aturan PSBB itu Kopi Bekawan malah terpromosikan, orang-orang pada nyari kopi ke sini, beli langsung pulang, ibaratnya right man on the right place," tutur Luthfi.

Semenjak saat itu, Kopi Bekawan terus melebarkan sayapnya, berbenah menjadi usaha kopi profesional yang mengedepankan kualitas dan harga yang bersahabat, hingga telah memiliki 10 cabang di Tarakan, dan telah memiliki kedai utama yang berpusat di daerah Markoni, Gunung Cakui.

"Jadi sebenarnya ada faktor keberuntungan juga, hingga saat ini saya terus berusaha menjaga konsistensi rasa dan kualitas di seluruh cabang Kopi Bekawan yag tersedia," pungkasnya. (*wld)

Editor : Azwar Halim
#Luthfi Hilman Yusfida #Kopi Bekawan Tarakan