Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Hari Buku Sedunia, Asa Komunitas Tarakan Book Party Hidupkan Minat Baca Buku di Era Digital

Wildan Ratar • Rabu, 23 April 2025 | 14:32 WIB

 

ISTIMEWA TINGKATKAN MINAT BACA: Komunitas Tarakan Book Party berupaya hidupkan minat baca di era digital.
ISTIMEWA TINGKATKAN MINAT BACA: Komunitas Tarakan Book Party berupaya hidupkan minat baca di era digital.

 

TARAKAN - 23 April ternyata merupakan salah satu tanggal istimewa di kalender, tak banyak yang tahu bahwa tanggal tersebut merupakan tanggal memperingati Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia.

Tanggal 23 April dipilih karena bertepatan dengan hari wafatnya beberapa tokoh besar di dunia kesastraan, seperti William Shakespeare, Miguel de Cervantes dan Inca Garcilaso de la Vega. Sehingga ditetapkanlah 23 April sebagai hari Buku Sedunia oleh United Nations, Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 1995.

Tarakan Book Party, salah satu komunitas baca buku di Tarakan menyambut positif peringatan Hari Buku Sedunia. Bagi mereka, di era digital saat ini, minat baca buku di Tarakan harus tetap dimasifkan.

"Minat baca buku di Tarakan semakin hari membuat kami optimis, karena teman-teman Tarakan Book Party juga konsisten mengajak bahkan datang ke acara yang berkaitan dengan literasi," ujar Adinda Rahmadhani, pelopor terbentuknya Komunitas Tarakan Book Party, Rabu (23/4).

Adinda percaya bahwa di era yang serba digital, buku tetap memiliki nilai dan tempat tersendiri untuk dinikmati, sehingga keberadaan buku fisik masih dan akan terus relevan sampai kapanpun.

"Walaupun banyak ditemui buku-buku digital yang lebih murah dan mudah diakses, aku lebih prefer ke buku fisik, karena perbedaan emosional saat membaca buku fisik dan digital, secara harafiah pula buku merupakan kumpulan lembaran yang dijilid, jadi aku menghargai buku sesuai identitas aslinya," katanya.

Baginya, hari buku sedunia tidak hanya diperingati tanggal 23 April, tapi setiap hari adalah hari buku, karena buku merupakan jendela ilmu yang sayang jika tidak dimanfaatkan sebaik mungkin.

"Aku selalu memaknai setiap hari adalah hari buku, dengan selalu menyempatkan membaca paling sedikit 10 halaman," tutur Adinda.

Tarakan Book Party sendiri akan mengajak masyarakat Tarakan untuk ikut melakukan kegiatan baca dan review buku di Taman Berlabuh bersama-sama, sebagai bentuk memperingati Hari Buku Sedunia.

"Kita ajak teman-teman untuk mereview buku kesukaannya di Taman Berlabuh, sembari berbincang asik dan berbagi pengalaman selama menggemari aktivitas baca buku," serunya.

Adinda berharap masyarakat Tarakan bisa lebih aktif dalam membaca buku, karena menurutnya meningkatkan daya literasi akan mencerdaskan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan daya kritis dan memperasah logika, baca buku juga berdampak pada pengembangan diri sendiri.

"Gak ada yang gak suka baca buku, semua akan suka pada waktunya, cuma belum nemu genre dan tulisan yang pas aja, jadi, cari genre buku kamu sendiri," pesan Adinda. (*wld)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #Hari Buku Anak Internasional #era digital