TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui dukungan DPRD Kaltara terus mengupayakan percepatan pembangunan SMA Negeri 5 Tarakan di Kelurahan Karang Anyar.
Pembangunan ini menjadi solusi atas kebutuhan rombongan belajar (rombel) yang terus meningkat, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Karang Anyar dan Karang Anyar Pantai.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Supaad Hadianto, mengungkapkan bahwa proses hibah lahan dari Pemkot Tarakan ke Pemprov Kaltara hampir rampung.
Lahan yang disiapkan berada di Jalan Hasanuddin, dengan luas yang diajukan sebesar 1,5 hektare dari total 3,4 hektare milik Pemkot.
Lahan tersebut akan menampung fasilitas pendukung seperti lapangan olahraga dan sarana lainnya.
"Progres terus berjalan. Insyaallah pembangunan dilakukan tahun ini dan awal 2026 sudah bisa digunakan. Saat ini SMA 5 masih menumpang di SMP 14 Tarakan," ujarnya, Selasa (15/4).
Supaad menyebut bahwa Kelurahan Karang Anyar merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Tarakan, namun selama ini belum memiliki SMA Negeri.
Dengan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis zonasi, kehadiran SMA Negeri 5 sangat dibutuhkan sebagai pilihan utama bagi siswa di kawasan tersebut.
Tak hanya Karang Anyar, wilayah lain seperti Pantai Amal, Mamburungan, dan Mamburungan Timur juga disebut mengalami kesulitan akses pendidikan SMA akibat keterbatasan sekolah negeri dan sistem zonasi yang ketat.
Ia berharap ke depan pemerintah juga mempertimbangkan pembangunan SMA baru di kawasan Tarakan Timur tersebut.
“Dari segi jumlah penduduk mereka sangat layak mendapatkan SMA Negeri sendiri. Ini untuk memberikan peluang yang adil bagi semua anak di Tarakan agar bisa mengakses pendidikan menengah,” pungkasnya. (zac/ana)
Editor : Azwar Halim