Tarakan – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan yang menempatkan peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing sebagai misi utama dalam Rancangan Awal RPJMD 2025–2029 mendapat dukungan kuat dari kalangan akademisi.
Salah satunya datang dari Wakil Ketua II STMIK PPKIA Tarakan, H. Muhammad, S.Kom., M.Kom., yang menilai langkah tersebut sebagai pondasi penting bagi masa depan kota.
“Saya sangat mengapresiasi Walikota dan Wakil Walikota Tarakan yang menjadikan peningkatan SDM sebagai prioritas utama. Ini adalah pondasi dasar yang harus dibangun jika kita ingin mewujudkan visi pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya saat dimintai tanggapan terkait RPJMD tersebut.
Namun menurutnya, mewujudkan SDM berkualitas bukanlah perkara mudah. Salah satu tantangan terbesar saat ini adalah perubahan gaya hidup generasi muda yang cenderung menghabiskan banyak waktu di media sosial.
“Mereka sangat terpapar dengan konten digital setiap hari. Ini jadi tantangan tersendiri, karena jika tidak diarahkan, bisa berdampak pada menurunnya adab, etika, bahkan semangat belajar mereka,” katanya.
Untuk itu, ia menyarankan agar Pemkot Tarakan lebih gencar menggalakkan program literasi digital, khususnya bagi anak-anak dan remaja. Literasi digital dinilai sebagai langkah preventif sekaligus edukatif dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif media sosial.
Tak hanya itu, H. Muhammad juga menyoroti pentingnya konsep kesalehan digital yakni kesadaran dan tanggung jawab moral dalam menggunakan teknologi digital secara positif dan beretika.
“Kesalehan digital harus dimulai dari keluarga. Ketika orang tua melek digital dan tahu bagaimana bersikap bijak di dunia maya, maka nilai itu akan tertanam juga pada anak-anak mereka,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa membangun SDM yang unggul tak cukup hanya dengan keterampilan teknis, tetapi harus dibarengi pembentukan karakter, etika, dan adab digital. Menurutnya, riset yang dilakukan timnya menunjukkan bahwa banyak penurunan etika dan sopan santun anak muda yang disebabkan oleh paparan konten negatif di media sosial.
Baca Juga: Nilai Jumlah Embung Belum Memadai, PDAM Tarakan Rencanakan Tambah Embung
“Ini menjadi peran besar pemerintah, tak bisa dikerjakan sendiri. Harus bersinergi dengan sekolah, kampus, tokoh masyarakat, hingga para kreator konten,” tambahnya.
Sebagai penutup, H. Muhammad juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna media sosial dan para kreator konten, untuk lebih bijak dalam membagikan informasi.
“Setiap postingan memiliki dampak. Maka pikirkan baik-baik sebelum mempublikasikan sesuatu, karena bisa berpengaruh terhadap pembentukan karakter masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja,” pesannya.
Dengan kolaborasi semua pihak dan kesadaran bersama akan pentingnya literasi dan kesalehan digital, ia optimistis bahwa target Indonesia Emas 2045 dengan SDM unggul bisa dicapai, termasuk dari Kota Tarakan. (ant)
Editor : Azwar Halim