TARAKAN - Maraknya keluhan masyarakat terkait keruhnya aliran air layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan membuat angkat bicara. Pasalnya, akibat keruhnya air tersebut menuai berbagai spekulasi di masyarakat.
Direktur PDAM Tirta Alam Iwan Setiawan mengungkapkan, terkait usulan DPRD untuk menambah embung di Kota Tarakan, saat ini pihaknya turut mengupayakan hal tersebut. Hal itu juga bentuk tindaklanjut dari sedakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kepada Pemkot Tarakan yang menginginkan pembebasan lahan di daerah Sungai Maya.
"Sudah ada rencana untuk membangun embung di tahun 2026, dan kami akan kejar terus pembangunan itu. Kalau lahan sudah dibebaskan, BWS akan membangun embung di tahun 2026. Dibutuhkan minimal 10 embung dengan daya tampung maksimal 500.000 jiwa. Saat ini, Kota Tarakan hanya memiliki 5 embung dengan jumlah penduduk 267.000 jiwa," urainya, Kamis (10/4).
“Saya sudah sampaikan juga ke Pak Wali (dr Khairul) kemarin, dan kami akan kejar terus pembangunan itu. Meski memang tahapnya tidak mudah, harus dilakukan pembebasan lahan dulu," pungkasnya. (zac)
Editor : Azwar Halim