TARAKAN - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan menggelar Operasi Siaga SAR Khusus mengantisipasi potensi kejadian darurat selama arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 2025.
Pelaksanaan Operasi Siaga SAR Khusus Lebaran 2025 akan berlangsung selama 22 hari, di mulai pada 21 Maret-8 April 2025.
Kepala Basarnas Tarakan Syahril mengatakan, sebanyak 72 personel Basarnas Tarakan akan diterjunkan dalam Operasi Siaga SAR Khusus Lebaran 2025.
"Personel yang kita turunkan itu sudah termasuk dengan kru kapal dan kru RIB boat," katanya.
Ia menambahkan, seluruh personel Basarnas akan disiagakan di semua posko terpadu yang dibentuk oleh Pihak kepolisian. Diantaranya di Posko Terpadu Pelabuhan Feri Juwata Laut, Bandara Juwata Tarakan, Pelabuhan Tengkayu I dan Pelabuhan Malundung Tarakan.
"Kita juga akan menyiagakan personel di Pantai Amal dan mobile di tempat-tempat wisata," ungkapnya.
Bahkan pihaknya akan menggeser personel yang siaga di Pelabuhan Feri Juwata Laut ke Pelabuhan Tengkayu I, apabila aktivitas di Pelabuhan Feri sudah tidak ada. Para personel akan disiagakan di Pelabuhan Tengkayu I hingga aktivitas pelayaran selesai di sore hari.
"Untuk persoenl kita di luar Tarakan juga sama. Kita tempatkan di pelabuhan dan tempat wisata," tuturnya
Ia memastikan, selama pelaksanaan Operasi Siaga SAR Khusus Lebaran 2025, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Seperti TNI Polri dan potensi SAR yang di Kota Tarakan.
Selama pelaksanaan Operasi Siaga SAR Khusus Lebaran 2025, pihaknya akan lebih banyak perhatian ke sarana laut. Lantaran akhir-akhir ini laka laut terjadi di wilayah Kaltara.
"Kita kita harus waspadai kelebihan penumpang atau mungkin ada kelaikan dari pelayaran. Itu menjadi perhatian serius kami," pungkasnya. (zar)
Editor : Azwar Halim