TARAKAN - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Kapolda Kaltara), Irjen Pol Hary Sudwijanto memantau kesiapan pelayanan arus mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri 1446 hijriah di beberapa posko terpadu Kota Tarakan, Rabu (26/3).
Adapun pos terpadu yang dipantau Kapolda yaitu Posko Terpadu di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Posko di Bandara Juwata Tarakan, serta Posko di Pelabuhan Malundung.
"Kami ingin memastikan Operasi Ketupat Kayan 2025 berjalan lancar dan kesiapan personel gabungan serta fasilitas pendukung untuk kelancaran mudik dan arus balik," katanya.
Ia menambahkan, dari semua pos pelayanan terpadu yang dikunjungi, Kapolda memastikan semua personel pihak kepolisian sudah siap memberikan layanan pengamanan.
Terhadap para personel yang bertugas ia berpesan agar selalu menyiapkan fisik dan mental.
"Para personel juga harus menjaga kondisi kesehatan agar dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat," pesannya.
Kapolda juga mengapresiasi keterlibatan berbagai stekholder terkait , seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan, dalam mendukung pos-pos terpadu.
Kapolda berharap semua masyarakat yang mudik dapat berjalan lancar sehingga dapat merayakan Lebaran merasa aman dan nyaman, baik dalam perjalanan pergi maupun pulangnya.
Selama pelaksanaan pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2025, Polda Kaltara mengerahkan 1.577 personel gabungan dari TNI-Polri serta instansi terkait. Kemudian mendirikan 44 pos pengamanan di seluruh wilayah Kaltara.
"Langkah ini dirancang untuk memastikan pelayanan optimal bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran 2025," bebernya.
Terkait dengan mengantisipasi adanya laka laut di momen arus mudik dan balik, Kapolda memastikan saat ini semua angkutan air sudah sudah dilakukan kelayakan berlayar. Bahkan terhadap penumpang speedboat diwajibkan menggunakan life jacket.
Dalam pengawasan jalur laut, Irjen Pol Hary menegaskan pentingnya pemasangan radio maritim di setiap kapal untuk mendukung komunikasi.
Kepolisian Air dan Udara (Polairud) bekerja sama dengan dinas perhubungan untuk memastikan keselamatan di jalur transportasi air.
"Kita optimistis langkah-langkah ini dapat mendukung kelancaran mudik sehingga seluruh proses berjalan aman dan terkendal," tegasnya.
Kemudian di angkutan udara, pihaknya memastikan layanan bagi para pemudik juga akan menjadi perhatian. Pihaknya mendapati untuk lonjakan arus mudik di angkutan udara sudah mulai terjadi pada 22 Maret lalu.
"Diharapkan seluruh penumpang yang meninggalkan Kaltara sampai akhir Maret dapat tiba dengan selamat di tujuan masing-masing," pungkasnya. (zar)
Editor : Azwar Halim