TARAKAN - Menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1446 hijriah dipastikan lonjakan penumpang pada angkutan air akan terjadi.
Menghadapi lonjakan penumpang, Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Kaltara akan menyiapkan speedboat tambahan apabila diperlukan.
Sekretaris Gapasdap Kaltara Bayu Ngari Singal mengatakan, saat semua armada yang tergabung dalam Gapasdap Kaltara siap melayani masyarakat yang akan melaksanakan mudik maupun arus balik di momen Hari Raya Idulfitri.
"Kita sudah siap dan untuk armada sudah banyak yang baru. Kalau persiapan mengantisipasi atas lonjakan untuk lonjakan penumpang kita juga sudah siap," katanya.
Terkait dengan armada tambahan, pihaknya masih menunggu keputusan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara sebagai pemegang regulasi.
Dari Gapasdap Kaltara sudah mengajukan adanya armada tambahan. Hanya saja untuk armada tambahan yang diusulkan, nantinya untuk harga tiket akan berbeda dari armada pada biasanya.
"Harganya mungkin sekitar Rp 170 ribu. Tambahan harga tiket kareba armada tambahan itu nanti pulangnya kosong atau tidak membawa penumpang lagi," tuturnya.
Rencananya untuk armada tambahan akan beroperasi sekitar pukul 16.00 WITA. Namun untuk pemberlakuannya, pihaknya tetap akan menunggu keputusan dari Dishub Kaltara.
Untuk saat ini terdapat 34 armada yang tergabung di Gapasdap Kaltara yang siap beroperasi di momen arus mudik dan arus balik. Sementara armada yang dipersiapkan untuk tambahan yaitu sebanyak 4 speedboat.
"Rute terbanyak itu masih di Tarakan-Tanjung Selor. Jadi untuk armada tambahan kami usulkan memang rute ke Tanjung Selor," sebutnya.
Selain akan mengajukan armada tambahan, di momen arus mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri, pihaknya memastikan akan mentaati semua regulasi terkait keselamatan sam berlayar.
Sejauh ini armada yang tergabung dalam Gapasdap Kaltara sudah menjalani ramp check dan sudah dinyatakan laik untuk berlayar.
"Jadi dari pihak Dishub sudah ada keluarkan sticker dan itu tandanya sudah standar berlayar. Kalau dari motoris juga sudah dilakukan pengecekan Surat Keterangan Kecakapan (SKK)," pungkasnya. (zar)
Editor : Azwar Halim