Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dihadiri Ribuan Orang, Road to Kashafa 2025 Sukses Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah di Kaltara

Radar Tarakan • Senin, 24 Maret 2025 | 13:58 WIB
Photo
Photo

TARAKAN - Rangkaian acara Road to Kalimantan Utara (Kaltara) Sharia Festival 2025 yang digelar selama empat hari, dari tanggal 20 hingga 23 Maret 2025, di halaman Masjid Al Ma’arif, berhasil menarik perhatian ribuan masyarakat Kalimantan Utara.

Kegiatan yang bertujuan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di provinsi ini ditutup dengan meriah dan penuh berkah, menandakan sukses besar yang diraih dalam upaya meningkatkan literasi dan ekosistem ekonomi syariah di wilayah tersebut.

Pada puncak kegiatan, acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Gubernur Kalimantan Utara yang diwakili oleh Plh.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltara, Dr. Bustan, Ketua MUI Provinsi Kaltara, serta berbagai stakeholder terkait lainnya. Acara tersebut juga dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltara, Hasiando G.

Manik, yang memberikan sambutan mengenai pentingnya pengembangan ekonomi syariah di provinsi ini.

Hasiando G. Manik menyampaikan bahwa kegiatan Road to Kashafa 2025 merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk mendorong akselerasi ekonomi dan keuangan syariah, khususnya di Kalimantan Utara.

“Rangkaian acara ini adalah wujud dukungan Bank Indonesia dalam mengembangkan ekonomi syariah di Kaltara. Selama bazaar UMKM yang berlangsung hingga Sabtu kemarin, total omset yang tercatat mencapai Rp 250 juta, dengan peningkatan signifikan sebesar 29,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year). Kami juga melihat adanya penggunaan layanan pembayaran digital yang sangat tinggi, dengan sekitar 60,65 persen transaksi menggunakan QRIS,” ujar Hasiando.

Ia juga memperkirakan bahwa angka ini akan terus meningkat, terutama menjelang puncak acara Kashafa yang akan digelar pada bulan Juni 2025.

Lebih lanjut, Hasiando melaporkan bahwa total kunjungan masyarakat yang tercatat selama berlangsungnya acara ini mencapai lebih dari 6.000 orang.

Angka ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat Kaltara terhadap ekonomi syariah.

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa, dan kami berharap ini akan terus berlanjut, serta menjadi bukti bahwa masyarakat Kaltara siap berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi syariah,” tambahnya.

Salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini adalah berbagai program yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ekonomi syariah.

Program-program tersebut mencakup kampanye sertifikasi halal, pelatihan dan workshop untuk UMKM mengenai jaminan halal, serta kolaborasi dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Tujuan dari kolaborasi ini adalah memberikan bimbingan teknis dan dukungan kepada UMKM agar mereka dapat menjalani proses sertifikasi halal dengan lancar.

Selain itu, dalam rangka meningkatkan literasi ekonomi syariah di kalangan masyarakat, Festival Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah juga digelar.

Festival ini diikuti oleh lebih dari 250 peserta, termasuk akademisi, mahasiswa, perwakilan dari organisasi perangkat daerah (OPD), UMKM, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Salah satu indikator keberhasilan kegiatan ini adalah pencapaian indeks literasi ekonomi syariah (eksyar) di Road to Kashafa 2025 yang mencapai lebih dari 70 persen, jauh di atas angka nasional yang hanya sekitar 42,84 persen.

Hal ini menandakan bahwa pemahaman masyarakat Kaltara terhadap ekonomi syariah sudah sangat baik.

Selain mendukung pengembangan ekonomi syariah, Plh. Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltara, Dr. Bustan, juga memberikan dukungan penuh terhadap pertumbuhan sektor ini.

Dalam sambutannya, Bustan menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk terus mengakselerasi ekonomi syariah, termasuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM.

“Pemerintah Provinsi Kaltara berkomitmen untuk terus mempercepat akselerasi ekonomi syariah, termasuk akselerasi sertifikasi halal bagi UMKM melalui kerjasama dengan berbagai pihak. Ekonomi syariah kami harapkan bisa menjadi sumber pertumbuhan baru yang akan mendorong perekonomian Kaltara tumbuh lebih tinggi,” ujarnya.

Bustan juga memberikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah melalui rangkaian acara Kaltara Sharia Festival.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia atas kolaborasi yang terus terjalin dengan baik selama dua tahun terakhir. Melalui kegiatan ini, kami berharap ekonomi syariah dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Utara,” katanya, yang langsung diamini oleh para tamu undangan yang hadir.

Selain kegiatan Road to Kashafa 2025, Bank Indonesia Kaltara juga menggelar program Serambi (Semarak Rupiah Ramadhan dan Idulfitri) 2025 untuk memastikan pemenuhan kebutuhan uang layak edar selama periode Ramadhan dan Idulfitri.

Bank Indonesia Kaltara menyediakan total anggaran sebesar Rp 804 miliar untuk seluruh wilayah Provinsi Kaltara dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dan Idulfitri.

Program ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai yang layak edar.

Dalam rangka menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia Kaltara juga bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk melaksanakan kegiatan pasar murah selama periode Ramadhan dan Idulfitri 2025.

Tujuannya adalah memastikan keterjangkauan harga dan ketersediaan bahan pokok penting seperti beras, gula, dan minyak goreng, sehingga inflasi tetap terkendali dan stabil.

Booth pasar murah yang hadir di Road to Kashafa 2025 menjadi salah satu booth yang paling ramai dan paling dinantikan oleh masyarakat selama empat hari pelaksanaan acara ini.

Dengan berakhirnya Road to Kashafa 2025, diharapkan ekonomi syariah di Kalimantan Utara akan semakin berkembang, memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kolaborasi yang terus dibangun antara pemerintah, Bank Indonesia, dan berbagai pihak terkait, ekonomi syariah di Kaltara memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi sektor yang signifikan dalam mendukung perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan. (lim)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #pertumbuhan ekonomi #syariah