Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kaum Wanita Paling Sering Overthinking, Begini Penjelasan Psikolog Tarakan

Wien Ratar • Kamis, 20 Maret 2025 | 20:48 WIB
DOK/JAWA POS ILUSTRASI
DOK/JAWA POS ILUSTRASI

TARAKAN - Fenomena overthinking atau berpikir berlebihan telah menjadi bagian dari konsep kultural masyarakat di Indonesia. Tanpa terkecuali masyarakat Kota Tarakan.

Psikolog Henni Budiastuti, M.Psi. mengatakan, dalam kasus yang terjadi di Tarakan. Rata-rata yang mengalami overthinking yaitu Ibu Rumah Tangga (IRT).

Karena pada dasarnya otak perempuan jauh lebih aktif dibanding otak pria, terutama pada bagian frontal cortex.

"Hampir semua usia produktif,tetapi lebih banyak perempuan, terutama IRT," ujarnya kepada Radar Tarakan, Kamis (20/3).

Dirinya menjelaskan, biasanya overthinking terjadi saat malam hari atau saat menjelang tidur. ⁠Karena menjelang tidur kita berhenti dari aktivitas sehari-hari.

Biasanya seseorang memikirkan hal-hal yang sudah lewat kemudian menyesalinya, dan mengkhawatirkan hal-hal yang belum terjadi.

"Biasanya di jam-jam malam seseorang mulai merasa kesepian tidak ada lawan bicara, dan inilah yg membuat seseorang menjadi mudah overthinking," ungkapnya.

Henni mengatakan, overthinking juga dapat mempengaruhi kualitas kesehatan seseorang. Dampak jika overthinhking dibiarkan dapat menyebabkan gangguan fisik dan juga mental.

"Gangguan fisik yaitu, vertigo, magh, diabetes, dan penyakit kronis lainnya, dan gangguan mental depresi, kecemasan, bahkan yg lebih berat bisa mengalami skizofrenia," ucapnya.

Dirinya pun memberikan tips mengatasi overthinking yaitu, menulis pikiran-pikiran yg sering muncul lalu mencari penyebab atau pemicunya.

Yakni buat point prioritas pikiran yg perlu diselesaikan dlm waktu dekat disertai alternatif solusi yg bisa dilakukan ataupun juga pikiran alternatif yang bisa menggantikan pikiran negatif tersebut.

“⁠Tetapkan batas waktu jika memang butuh untuk memikirkan sesuatu dalam satu waktu. ⁠Lakukan afirmasi positif agar pikiran lebih tenang. ⁠Mencari teman untuk bercerita atau berdiskusi terkait hal-hal yg sedang dipikirkan,” ujarnya.

Selain itu perlu dilakukan ⁠relaksasi otot progresif maupun relaksasi imagery. Jika insomnia, usahakan lakukan aktivitas di luar tmpat tidur sebelum mengantuk (jangan di atas tempt tidur). ⁠Mencari bantuan tenaga profesional seperti psikolog maupun psikiater. (*nkh/)

Editor : Azwar Halim
#psikolog #kaum wanita #overthinking #penjelasan