Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pabrik Penampungan Udang Beku di Jembatan Bongkok Hangus Terbakar, Dua Rumah Ikut Terdampak

Wien Ratar • Kamis, 20 Maret 2025 | 01:20 WIB
Kebakaran di pabrik penampungan udang, Jembatan Bongkok. Foto : NATANAEL/RADAR TARAKAN
Kebakaran di pabrik penampungan udang, Jembatan Bongkok. Foto : NATANAEL/RADAR TARAKAN

 

TARAKAN – Sebuah kebakaran besar terjadi pada Kamis (20/3) dini hari di pabrik penampungan udang beku, CV. Baruna Sinar Abadi (BSA), yang berlokasi di Jalan Jembatan Bongkok, RT 22, Kota Tarakan.

Kebakaran yang melanda pabrik ini mengakibatkan kerugian besar, dengan nilai diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Api cepat membesar karena banyaknya material yang mudah terbakar di dalam pabrik.

Peristiwa ini mengejutkan banyak pihak, terutama bagi pemilik pabrik dan para pekerja yang tidak berada di lokasi kejadian.

Frendy, salah satu mitra bisnis yang bekerja sama dengan pemilik pabrik, menjelaskan bahwa pemilik perusahaan sedang berada di Jakarta saat kebakaran terjadi. Frendy mengungkapkan bahwa kebakaran dimulai sekitar pukul 00.30, saat pabrik dalam kondisi tutup.

"Api pertama kali muncul dari atap sekitar pukul 00.30, saat pabrik sedang tutup. Saat itu, tidak ada karyawan di dalam pabrik, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," ujar Frendy saat ditemui oleh Radar Tarakan.

Menurut Frendy, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik dari kabel yang berada di atas atap pabrik.

"Dugaan kami, kebakaran ini akibat korsleting listrik dari kabel yang ada di atas atap pabrik. Meskipun ada beberapa alat yang mudah terbakar di dalam pabrik, namun yang terpenting adalah bahwa tidak ada korban yang terluka," jelasnya.

Pabrik yang terbakar ini sebelumnya dikenal sebagai salah satu penyedia utama penampungan dan distribusi udang beku di wilayah Tarakan. Kejadian ini tentu menambah beban bagi perusahaan, mengingat besarnya kerugian yang dialami.

"Kerugian yang saya alami diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, mengingat banyaknya barang dan fasilitas yang rusak. Namun, saya sangat bersyukur karena tidak ada karyawan yang terluka atau terjebak di dalam pabrik saat kejadian," tambah Frendy.

Upaya pemadaman api berlangsung cukup lama, namun sekitar pukul 01.00 Wita tim Pemadam Kebakaran Kota Tarakan berhasil mengendalikan api dan mencegahnya menyebar lebih luas.

 

Meskipun api telah berhasil dipadamkan, dampak dari kebakaran ini cukup besar. Dua rumah di sekitar lokasi pabrik juga terdampak, meskipun beruntung tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Pihak berwenang kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran dan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Bagi masyarakat, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di tempat-tempat dengan bahan yang mudah terbakar.

Pihak CV. Baruna Sinar Abadi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota Pemadam Kebakaran yang telah bekerja keras untuk memadamkan api dan mengurangi dampak kebakaran tersebut. Meskipun kerugian material cukup besar, mereka bersyukur bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. (*/nkh)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #kebakaran