TARAKAN - Peningkatan aktivitas tren transaksi gadai barang di Kantor Cabang Pegadaian Syariah Kota Tarakan, sudah terjadi sejak awal Ramadan, lonjakan ini terjadi karena didorong oleh kebutuhan masyarakat.
Kepala Cabang Pegadaian Syariah Tarakan, Syaini mengatakan, selama Ramadan kebutuhan masyarakat meningkat, banyak nasabah yang ingin berbisnis kecil-kecilan dan ini berlangsung sampai pertengahan bulan.
"Transaksi Pegadaian mengalami peningkatan dari Januari - Maret yaitu sekitar 7 persen, biasanya menjelang Lebaran nasabah akan menebus barangnya," ujarnya, Selasa (18/3).
Seperti tahun-tahun sebelumnya, emas masih menjadi barang yang paling banyak digadaikan oleh masyarakat.
"Untuk mendapatkan dana cepat masyarakat lebih banyak menggadaikan emas, rata-rata mengalami kenaikan selama Ramadan yaitu sebesar 3 persen," ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, Pegadaian Syariah juga mengadakan program KUR. Program KUR ini di prioritaskan untuk masyarakat yang ingin meminjam dana untuk UMKM.
"Untuk awalnya tergantung survei, mulai dari Rp 10 juta dan batas maksimalnya Rp 50 juta," ucapnya.
Lanjutnya, filosofi gadai itu bukan utang, tetapi barang yang kita tukarkan menjadi pinjaman berupa uang.
"Katakanlah jika suatu saat ada alternatif terburuk, kita tidak mampu membayar, maka barang akan di lelang dan harta kita berkurang," bebernya.
Ia mengatakan, emas lebih baik di gadaikan daripada dijual, karena harga emas akan terus mengalami kenaikan harga. Jadi kalau kita gadai nilai barangnya tidak akan hilang.
"Harga emas kita beli hari ini, mungkin bulan depan itu sudah beda harganya, dan gadai ini merupakan pilihan cerdas," tutupnya. (*nkh/)
Editor : Azwar Halim