TARAKAN - Penduduk Kota Tarakan yang semakin padat tiap tahunnya menyimpan fakta unik di dalamnya, salah satunya adalah jumlah penduduk lanjut usia (lansia) 75 tahun ke atas yang tergolong langka.
Menurut data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tarakan, selama tahun 2024 dari 255.310 penduduk di Tarakan, hanya ada 2.406 penduduk lansia 75 tahun ke atas, atau jika dipersentasikan hanya 0,94 persen dari total populasi, angka ini bahkan tidak mencapai 1 persen.
"Rinciannya adalah 1.158 laki-laki dan 1.248 perempuan, jadi total 2.406 lansia 75 tahun ke atas," kata Kepala Disdukcapil Kota Tarakan, Hery Purwono.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan, Umur Harapan Hidup (UHH) di Kota Tarakan pada 2024 adalah 74,27 tahun, sehingga untuk lansia 75 tahun ke atas tergolong sedikit.
Menyikapi hal ini, Ahli Gizi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Jusuf SK, Astodhiya Pradana, S.Gz, menyampaikan beberapa pandangannya dari sudut pandang ahli gizi.
"Pastinya terkait usia ada campur tangan tuhan yang sudah menghendaki, namun manusia juga bisa memilih untuk hidup sehat guna investasi umur panjang kedepannya," ujarnya.
Asto menjelaskan, pada dasarnya untuk berumur panjang hingga 75 tahun ke atas diawali dengan pola hidup sehat seperti makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup, kesehatan mental yang terjaga, akses mudah berkualitas dalam layanan kesehatan dan lingkungan yang sehat.
Beberapa kesalahan-kesalahan dasar di usia muda yang dilakukan masyarakat Tarakan juga jadi faktor minimnya harapan hidup hingga 75 tahun ke atas.
"Masyarakat Tarakan sudah banyak terpapar arus modernisasi, termasuk dalam hal pattern makan, perubahan ini menyebabkan kemudahan mendapat makanan dan minuman tinggi lemak dan gula, apalagi makin marak produk-produk instan," jelasnya.
Menurutnya, aktivitas fisik seperti olahraga itu jadi hal penting dalam upaya memperpanjang usia atau harapan hidup.
"Olahraga lari minimal 30 menit itu penting, apalagi sudah semakin banyak pusat kebugaran yang tersedia di Tarakan," tuturnya.
Dengan langkanya jumlah populasi lansia 75 tahun ke atas, tentu diharapkan akan menjadi alarm bagi masyarakat agar selalu menjaga pola hidup sehat guna memperpanjang harapan hidup, walaupun ada faktor-faktor lainnya. (*wld/)
Editor : Azwar Halim