TARAKAN - Adanya temuan oplosan minyak goreng, merk Minyakita oleh Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu. Dampaknya terasa pada penjual dan pembeli minyak goreng tersebut yang merasa sangat dirugikan karena isi takarannya tidak sesuai.
Salah satu pedagang Minyakita di Pasar Gusher, Sulawati mengatakan, dirinya merasa dirugikan dan omzet penjualan juga menurun drastis karena pembeli mulai beralih ke minyak goreng lain.
"Biasanya saya mengambil Minyakita sampai 20 dus, tapi sekarang hanya 5 dus, masyarakat tidak percaya lagi dan lebih memilih minyak lain, walaupun harganya mahal," ujarnya, Rabu (12/3).
Adapun pedagang lain Syahril mengungkapkan kekecewaannya yaitu, di mana ia sempat curiga dengan kemasan Minyakita.
"Saya baru saja tau, dan curiga bungkusnya kecil, awal lihat percaya aja, setelah ku timbang teryata ndak sampai 1 liter, hanya 800 mili Liter saja," ungkapnya.
Ia mengatakan, menurutnya harga Minyakita saat ini masih tinggi yaitu, Rp 19 ribu/ per liter dan berharap supaya harganya ini bisa turun lagi.
"Harga turun supaya masyarakat mudah beli, macam penjual gorengan, kasian kan, paling untung berapa dia, kalau sehari pakai minyak goreng dalam jumlah banyak," ucapnya.
Di tempat yang sama, salah satu pembeli, ibu Lusia juga kaget dan baru mengetahui setelah adanya pemberitaan di beberapa media, Kerana dirinya selama ini lebih sering membeli Minyakita.
"Saya merasa sangat dirugikan, karna selama ini saya sering membeli minyak kita, karna harganya terjangkau, untuk sementara saya membeli minyak lain dulu", katanya.
Dirinya berharap pemerintah bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Minyakita, Karena sudah pasti banyak konsumen yang dirugikan. (*nkh/).
Editor : Azwar Halim