TARAKAN - Adanya isu dugaan pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) RON 90 (Pertalite) menjadi RON 92 (Pertamax) oleh Pertamina Petra Niaga cukup mengguncang publik.
Pasalnya kasus ini tidak hanya menambah daftar korupsi di Indonesia, namun juga menciderai dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut lantaran imbasnya langsung berdampak ke masyarakat.
Menyoroti persoalan ini, Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPR-RI Hasan Basri menilai perbuatan oknum direksi cukup keji lantaran menipu langsung masyarakat yang membeli BBM Pertamax. Sehingga, pihak yang mendesak agar Pertamina segera memberikan klarifikasi dan permintaan maaf kepada masyarakat.
"Kami mempertanyakan bagaimana pengawasan berjalan selama ini dan seperti apa sistemnya. Ini sangat meresahkan masyarakat, lihat saja saat ini masyarakat mulai berbondong-bondong mengantre di SPBU swasta setelah isu ini terkuak.
Jangan sampai opini negatif berkembang dan merusak kepercayaan publik terhadap kualitas BBM yang dijual di SPBU," ujarnya, Minggu (2/3).
"Inilah pentingnya transparansi dalam sistem verifikasi dan pengawasan kualitas RON. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas dan akurat, bukan disinformasi. Kami prihatin dengan isu yang menyebutkan bahwa RON 90 bisa disamakan dengan RON 92. Ini menimbulkan pertanyaan besar terkait kualitas bahan bakar yang dijual saat ini," sambungnya. (zac)
Editor : Azwar Halim