TARAKAN - Kembali maraknya pedagang buah di Kota Tarakan membuat sepanjang jalan protokol dipenuhi pedagang berbagai macam buah.
Meski fenomena ini dinilai memberi manfaat untuk sebagian masyarakat, namun di sisi lain fenomena tersebut merusak estetika kota. Sehingga dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tarakan bertanggungjawab dalam menanggani fenomena tersebut.
Sehingga beberapa waktu lalu Satpol PP kembali melakukan razia PKL untuk mengimbau pedagang tidak berjualan di trotoar jalan protokol.
Saat dikonfirmasi, Kepala Satpol PP Tarakan Sofyan menerangkan, meski mengakui menjamurnya pedagang buah memberi manfaat masyarakat, namun di sisi lain pihaknya juga memiliki tanggung jawab menjaga estetika kota.
Sehingga kata dia, pihaknya kembali mengingatkan PKL untuk kesekian kalinya seperti pedagang buah di sepanjang jalan Jalan Yos Sudarso, Mulawarman, Gajah Madah, Jenderal Sudirman dan Kusuma Bangsa.
"Beberapa hari lalu kami melakukan razia PKL, di beberapa titik seperti Jalan Yos Sudarso, Mulawarman, Gajah Mada, Kusuma Bangsa dan Jenderal Sudirman. ini masih sifatnya peneguran jika mengulangi bisa saja akan kami tertibkan. Kami meminta agar pedagang tidak menggunakan trotoar untuk berjualan. Karena trotoar adalah fasilitas pejalan kaki," ujarnya, Rabu (26/2).
"Memang di suatu sisi ini memberi keuntungan masyarakat mencari buah, kami sangat paham ini, tapi kami juga punya tanggung jawab menjaga estetika kota. Ini ada dua sisi berbeda, dan sejak dulu kita ingatkan jangan jualan di trotoar, memang dari dulu ini tapi tetap saja dilanggar," sambungnya. (zac)
Editor : Azwar Halim